Keteledoran Tim Sukses Firdaus Rusli, 12 Tokoh Masyarakat Riau Menolak

PEKANBARU (IndependensI.com) – Sebanyak 12 orang tokoh masyarakat Riau, membuat surat pernyataan penolakan penunjukan sebagai tim kampanye Firdaus – Rusli, Calon Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Riau periode 2019-2024. Penolakan disebabkan para tokoh tidak pernah dimintai persetujuan namanya dimasukkan sebagai tim kampanye. Sedangkan sebagian lagi mengaku pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, sehingga harus Independen, atau berdiri diatas semua kepentingan (tidak memihak).

Adapun ke-12 nama tokoh yang sudah dikirimkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau antara lain: Rivai Rachman mantan Wakil Gubernur Riau, Arsyad Rahim dan Tengku Lukman Jaafar keduanya mantan Sekdaprov Riau, Azali Djohan mantan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Fachruddin Bakar mantan Wakil Kapolda Riau, kemudian Ahmad Bebas, Wasnury Marza, Tengku Razmara, Makmur Hendrik, Raja Marjohan Yusuf, Tengku Muchtar Anom dan Syefei Yusuf.

Adalah Tengku Lukman Jaafar salah seorang dari 12 tokoh yang namanya dicatut masuk tim sukses Firdaus – Rusli Efendi kepada IndependensI mengaku, terkejut dan menyatakan pihaknya tidak pernah dihubungi apalagi diminta namanya dimasukkan sebagai tim. Saya mengetahui dari rekan-rekan yang turut serta namanya dimasukkan sebagai tim sukses tanpa persetujuan, kata Lukman Jaafar. Seperti Rivai Rachman, Azali Djohan dan lain-lainnya.

Mengetahui perbuatan itu kurang elok, makanya kami berembuk untuk bersama-sama membuat surat pernyataan, serta mengirim surat itu ke KPU Riau. Isinya, kami menolak dimasukkan kedalam tim sukses Firdaus – Rusli Efendi sebagai Calon Gubernur – Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024. Surat pernyataan tertanggal 8 Februari 2018 itu, meluruskan posisi yang namanya sempat dicatut masuk tim sukses Firdaus – Rusli Efendi. “Sebagai tokoh masyarakat, kami tidak ingin berpihak pada satu pasangan peserta di Pilkada Riau, dan meminta masyarakat menggunakan haknya sesuai hati nurani”,kata Tengku Lukman Jaafar.

dr Chaidir, Ketua Tim Sukses Firdaus-Rusli Efendi

Sementara drh Chaidir Ketua Tim Sukses Firdaus – Rusli Efendi kepada IndependensI.com membenarkan adanya kekeliruan dalam memasukkan belasan nama tokoh masyarakat sebagai anggota tim sukses Firdaus – Rusli Efendi. Sebenarnya sudah dibuat klarifikasi untuk menjelaskan, awal mulanya nama-nama tokoh masyarakat Riau itu dimasukkan ke dalam tim. Pencantuman nama itu diajukan anak-cucu-kemanakan yang tergabung dalam tim koalisi Firdaus – Rusli Efendi. Hal itu adalah sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh-tokoh tersebut.

Keteledoran memang ada, belum meminta konfirmasi dari tokoh-tokoh masyarakat Riau itu, sudah langsung dimasukkan ke dalam tim. Sehubungan dengan itu, kata Chaidir lagi, atas nama tim koalisi Firdaus – Rusli, pada kesempatan pertama ini kami meminta maaf kepada semua tokoh yang merasa dirugikan karena sempat namanya di cantumkan sebagai tim Firdaus-Rusli. Sehubungan dengan itu, kami juga akan merevisi surat keputusan tim, sebagai mana yang pernah kami kirimkan ke KPU Riau, kata mantan ketua DPRD Riau itu.

Ditempat terpisah, Tengku Zulmizan sekretaris tim koalisi pasangan Syamsuar – Edi Nasution menanggapi pencatutan 12 nama tokoh dimasukkan dalam tim sukses Firdaus – Rusli Efendi tanpa konfirmasi mengatakan, bahwa beberapa nama-nama yang sempat dimasukkan kedalam tim sukses Firdaus – Rusli Efendi adalah kader partai pengusung pasangan Syamsuar – Edy Nasution. Seperti Rivai Rachman, Tengku Razmara yang jelas-jelas pejabat di Partai Nasdem. “Biarlah masyarakat menilai apakah cara tersebut elok”, kata Zulmizan.

Menanggapi surat pernyataan 12 tokoh yang sudah dikirim ke KPU Riau dimana isinya menyatakan tidak bersedia sebagai tim sukses Firdaus – Rusli Efendi, Ketua KPU Riau Nurhaimin menyatakan sudah menerima surat tersebut. KPU Riau sudah memberikan saran kepada tim sukses masing-masing pasangan calon agar selektif memasukkan nama tim kampanye serta lebih dulu meng-konfirmasikan kepada yang bersangkutan. “Kepastian nama-nama tim sukses harus masuk ke KPU Riau selambatnya satu hari sebelum masa pelaksanaan kampanye”, kata Nurhaimin. (Maurit Simanungkalit)