Usai Serangan Teror, Uskup Agung Pimpin Misa Syukur di Gereja St Lidwina

SLEMAN (IndependensI.com) – Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko memimpin perayaan Misa Syukur di Gereja Santa Lidwina Bedog. Misa syukur Konselebrasi diselenggarakan pada hari Senin (19/02/2018) pukul 18.00 WIB.

Misa Konselebrasi adalah misa syukur yang dipimpin oleh uskup atau pastor yang dalam suatu perayaan liturgi dalam Gereja Katolik Roma. Perayaan ini dapat berupa Perayaan Ekaristi atau perayaan lain yang diikuti dengan Perayaan Ekaristi. Suatu perayaan liturgi juga dapat dipimpin oleh lebih dari satu orang uskup atau pastor disebut perayaan konselebrasi. Pemimpin perayaan konselebrasi disebut selebran utama dan uskup atau pastor lain disebut konselebran.

“Umat Stasi St Lidwina Bedog diprioritaskan duduk di dalam gereja terutama umat yang ikut misa pada saat kejadian Minggu lalu. Umat lainnya dimohon dapat menyesuaikan tempat duduknya,” kata Romo Madya Utama, Senin (19/02/2018).

Serangan teror terjadi saat jemaat gereja sedang misa pagi di Gereja St Lidwina, Stasi Bedog Paroki Kumetiran, Sleman pada Minggu (11/02/2018). Seorang pria membawa pedang yang bernama Suliyono menyerang jemaat di gereja. Romo Edmund Prier menjadi salah satu korban penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman. Romo Prier mengalami luka sabetan di kepalanya.

Suliono seorang mahasiswa berumur 23 tahun merupakan, warga asal Krajan, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.  Suliono tercatat sebagai mahasiswa di sebuah universitas daerah Palu, Sulawesi Tengah.  Ia juga pernah menjadi santri di sebuah Pondok Pesantren di Magelang.

Romo Karl Edmund Prier S.J, pastor yang menjadi korban penyerangan Gereja St Lidwina oleh Suliyono selama lima hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Panti Rapih.
Romo Prier menyatakan dengan tulus telah memaafkan Suliyono yang melakukan penyerangan. Ia juga menyampaikan bahwa tidak punya rasa dendam sedikitpun terhadap pelaku. “Beliau hanya ingin bersyukur kepada Tuhan bahwa sudah boleh sembuh kembali, meskipun belum sepenuhnya,” kata Romo Baskara T Wardaya SJ.

Selain Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, misa syukur ini juga dihadiri 15 romo antara lain Romo Dwi Harsanto, Sumantoro, Tri Wijayanto, Suratmo, Maharsono SJ, Iswara SJ, Marno SJ, Suhardiyanto SJ, Heruyanto, Hartosubono, Suharyanto, Maryono, Mulyatno, Awan. Romo Prier SJ selaku korban serangan teror juga dijadwalkan ikut dalam Misa Konselebrasi ini.