Kunker Jokowi ke Riau Ditunda Lagi

PEKANBARU (IndependensI.com) – Rencana kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Riau, untuk kesekian kalinya  kembali tertunda. Seyogianya, menurut jadwal yang telah diterima Pemprov Riau, Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Riau tanggal 8-9 Maret 2018. Namun dihari yang sama, Presiden akan bertolak ke Sidney – Australia

Pemberitahuan penundaan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Riau, diperoleh berdasarkan konfirmasi pihak Seketariat Negara (Setneg). Kunjungan kerja itu ditunda,  bukan dibatalkan, kata Ahmad Hijazi Sekretaris Daerah Provinsi Riau kepada sejumlah wartawan termasuk IndependensI.com di kantor Gubernur Riau, Senin (5/3/2018).

Pihak Pemerintah Provinsi Riau akan terus berkoordinasi dengan Sekretariat Negara untuk mengetahui kapan jadinya kepastian kunjungan kerja  Presiden Jokowi ke Riau. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya, Presiden akan berkunjung ke negara Australia tepatnya ke Sidney.

Kita tunggu dulu, karena beliau (Presiden) pengennya ke Riau tak mau sehari. Karena ada beberapa agenda yang mau dikunjunginya. Makanya kita lihat lagi nanti, kalau kita selalu siap. “Jadwalnya nanti akan disesuaikan, saat ini ditunda dulu dengan waktu yang belum tahu kapan pastinya”, kata Hijazi.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo diagendakan akan melakukan replanting kebun kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), tepatnya di Kunto Darussalam seluas 30 ribu hektare.  Selain itu, ada juga penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan penyerahan sertifikat tanah kepada 6000 warga di daerah yang sama.

Selain di Rohul, juga akan ada agenda kunjungan ke Kabupaten Kampar. Namun untuk lokasinya masih tentatif. Kegiatannya sama, penyerahan kartu, raskin dan sertifikat tanah. Selain ke dua daerah tersebut, ada juga dijadwalkan mengunjungi Kota Dumai, sekaligus melihat proyek strategis nasional (PSN). Seperti jalan tol, kereta api, dan penyediaan air bersih Dumai-Rohil-Bengkalis (Durolis), kata Hijazi lagi. (Maurit Simanungkalit)