Ilustrasi cabang olahraga Jujitsu. (Dok/Ist)

Timnas Jiujitsu Menuju Qatar dan Jepang

JAKARTA (IndependensI.com) – Timnas bela diri jujitsu akan memaksimalkan dua pemusatan latihan (TC) di luar negeri sebelum atlet terbaik Indonesia itu bersaing pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September. Sekjen Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PB JI) Dedy Triharjanto mengatakan, sesuai dengan jadwal TC bakal digelar di Qatar dan Jepang dan lama pelatihan sendiri selama satu bulan.

“Ada enam atlet yang dikirim ke Qatar, 12 April nanti. Akomodasi selama di sana ditanggung. Untuk ke Jepang rencananya berangkat 11 Juni nanti,” ujar Dedy seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/03/2018). Untuk menghadapi kejuaraan empat tahunan ini, PB JI menyiapkan sepuluh atlet terbaik dan saat ini digembleng pada salah satu sasana yang berada di Patal Senayan. Latihan sendiri dipantau langsung oleh jajaran pelatih lokal karena untuk pelatih asing masih dalam tahap usulan.

Meski demikian, latihan sendiri berjalan sesuai dengan program. Apalagi induk organisasi cabang olahraga diberikan kebebasan untuk mengelola anggaran dari pemerintah. Untuk menghadapi Asian Games 2018, PB JI mendapatkan dana sebesar Rp5,9 miliar. “Kami memang membutuhkan pelatih asing. Saat ini kami sedang mengajukan ke pemerintah. Pelatih asing kami datangkan untuk meningkatkan kembali kemampuan atlet,” kata Dedy menambahkan.

Pada Asian Games 2018, jujitsu bertekad menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia karena atlet yang disiapkan dinilai cukup mumpuni. Hal tersebut dibuktikan pada beberapa kejuaraan internasional diantaranya di Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Asghabat, Turkmenistan. Terkait dengan persaingan, Jepang dan Thailand bakal menjadi lawan berat Indonesia. Meski demikian, semangat menjadi tuan rumah akan dijadikan senjata untuk meraih hasil yang terbaik.

Sementara itu Menpora Imam Nahrawi saat meninjau pelatnas jujitsu langsung menanyakan kesiapan atlet maupun kendala yang dihadapi. Namun, khusus untuk jujitsu dinilai sudah tidak ada masalah. “Makan gimana? Apa ada masalah? Uang saku juga,” kata Menpora. Pertanyaan orang nomor satu di Kemenpora itu dijawab dengan serentak oleh atlet jika apa yang ditanyakan sudah tidak ada masalah. Saat ini atlet fokus dalam berlatih demi meraih hasil terbaik di Asian Games 2018.