Kejujuran, Politik Dan Demokrasi

IndependensI.com – Mencermati situasi perpolitikan kita sebagai bangsa dan masyarakat Indonesia di tahun politik ini cukup menggairahkan para tokoh politik dan elit partai berhasil menggerakkan masyarakat melalui berbagai cara namun sering membingungkan.

Membingungkan, karena sering dipertontonkan ke publik seolah hidup itu hanya politik saja kurang menampilkan segi-segi kehidupan atau sektor lain, kebanyakan mengungkapkan hal-hal yang negative dan jangan menunjukkan perbaikan apalagi keberhasilan. Data dan faktapun sering bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya.

Adalah akan menjadi pendidikan jelek serta pewarisan perilaku tidak baik kepada generasi yang akan datang apabila perilaku seperti itu terus berlangsung. Justru seharusnya politik dan para politisi lah yang bertanggungjawab untuk memberi suri ketauladanan kepada generasi mendatang dalam mengelola dan menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan benar dengan kejujuran dalam berdemokrasi.

Tidaklah pada tempatnya seolah memberi tahun politik ini memberikan ruang dan waktu kepada semua pihak untuk berteriak sebebas-bebasnya dengan mengumbar keberadaan masa lalu orang lain, tanpa bercermin pada diri sendiri.

Hendaknya para politisi dan elit partai belajar dari para olahragawan menimbang-nimbang ketahanan dan kemampuan diri sendiri tampil ke arena atau ring pertandingan dengan penuh keyakinan pada diri sendiri untuk kemenangan tanpa dalih serta mencari kesalahan lawan. Pendidikan mereka boleh rendah tetapi etika dan moral mereka tinggi, bagaimanakah para politisi dan elit partai, apalagi negarawan dan guru bangsa apakah sudah mematuhi rambu-rambu etika dan fatsun berdemokrasi?

Dengan adanya kecenderungan menonjolkan kesalahan orang lain untuk kepentingan politik dengan pengabaian kejujuran, etika dan moral dalam berpolitik serta pelaksanaan demokrasi itulah kita berharap agar para petinggi bangsa ini kembali menggunakan hati nurani dengan tetap memelihara ketenteraman, persatuan dan kesatuan.

Biarlah proses politik yang demokratis itu berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku namun kehidupan masyarakat bangsa tidak tersik dan pemerintahan tetap didorong berjalan normal dan apabila ada yang tidak sesuai dengan harapan jangan dijadikan alat untuk menyerang atau melemahkan pihak lain.

Para negarawan sejati, tokoh masyarakat serta guru bangsa, hendaknya integritas dan dedikasi tidak luntur walaupun di tahun perebutan kursi kepemimpinan nasional, akan tetapi justru harus menjadi perekat dan penjamin keutuhan bangsa dan masyarakat, sehingga kepribadian para tokoh itu tidak lekang karena panas dan tidak lapurk karena hujan.

Berdemokrasi yang baik adalah saling menghargai dan saling menghormati, demokrasi membutuhkan aturan dan ketaatan sebab bukanlah demokrasi apabila ada praktek “musang berbulu ayam”.

Kita juga berharap agar pers nasional tidak larut dalam hiruk-pikuk serta dinamika politik menjelang pendaftaran calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta menjelang pemilihan anggota legislative tahun depan. Politik dan proses demokrasi itu penting dalam penentuan kepemimpinan nasional sekali dalam lima tahun termasuk proses peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun amatlah berbahaya apabila kelangsungan pemerintahan serta penyelenggaraaan pemenuhan kesejaheraan masyarakt terlupakan karena semua perhatian tercurahkan ke kepentingan proses politik lima tahunan ini.

Tujuhbelas hari lagi kita akan merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-73 tahun, esok harinya akan mulai pesta olahraga Asia di Jakarta dan Palembang, namun geliatnya masih belum terlihat secara menyeluruh. Perayaan hari kemerdekaan itu adalah hak dan milik seluruh rakyat Indonesia dan bukan hanya tangung jawab Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dan kabinetnya.

Suksesnya Asian Games adalah tanggung jawab kita sebagai putra-puteri bangsa dan tidak ada koalisi-koalisi di sana. Juga Asian Games itu bukan hanya perhelatan para olahragawan tetapi itu adalah kebanggaan seluruh rakyat. Jadi proses politik dan dinamika demokrasi tidak harus menggerus semangat untuk penyelenggaraan keberlangsungan hidup di sektor-sektor lain terutama pelayanan masyarakat dan kelangsungan pemerintahan.

Dalam kaitan itulah kita berharap di tahun politik ini tetap mendahulukan kejujuran, etika dan moral serta menghormati rambu-rambu hukum sehingga tercapai penyelengaraan demokrasi yang baik dan benar.

Proses penegakan hukum serta perwujudan keadilan juga hendaknya tidak terlupakan seperti pemberantasan korupsi dan narkoba serta penanggulangan teroris dan proses peradilan harus tetap terjaga dan terplihara, sebab para penjahat selalu menanti kesempatan untuk beraksi, untuk itu harus tetap terjaga. (Bch)