Tamu Kehormatan KH Nuril Arifin yang akrab dipanggil Gus Nuril (tengah)

FBN Bali : Polisi Larang Ke Jakarta Bukan Persekusi Tapi Preventif

BALI (Independensi.com) – Forum Bela Negara mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 di kantor Komisi Pemilihan Umum, sebagai warga negara yang baik hendaknya mematuhi dan legowo terhadap apapun yang menjadi hasil keputusan KPU, siapapun pemenangnya.

“Bukankah kita semua sudah berkomitmen untuk menjadikan pemilu ini damai, jadi untuk apa menabur konflik?” tutur Agustinus Nahak, Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali ketika ditemui di Denpasar, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, Polisi sudah sewajarnya melakukan pelarangan untuk warga yang berbondong-bondong ke Jakarta besok sebab aparat menginginkan agar jangan sampai terjadi gesekan yang berakibat fatal.

“Sebab perang tidak seindah yang anda bayangkan, jadi patuhlah kepada konstitusi,” tegas Nahak mengingatkan.

Dirinya menilai pelarangan untuk berbondong-bondong ke Jakarta ini bukanlah sebagai bentuk persekusi namun lebih bermakna preventif.

HUT Ke 40 GPDI Kuta di hadiri oleh para pimpinan Gereja Se-Bali dan FKUB serta Gubernur Bali di Wakili oleh Bapak Bagus (Assisten bidang Ekonomi Pemprov Bali), Brigjen TNI Pani (Istana Negara), Polda Bali di wakili oleh Kombes Yopi (Dansat Brimob) serta tamu Kehormatan Gus Nuril (KH. Nuril Arifin).

“Forum Bela Negara mendorong pihak TNI-Polri untuk menjaga kedaulatan terhadap ancaman rongrongan pihak-pihak yang akan mendelegitimasi keputusan final KPU,” pungkas Nahak. (hidayat)