Ilustrasi. (Dok/Ist)

Medina Tumbangkan Dominasi Sokolov

YOGYAKARTA (IndependensI.com) – Pecatur putri Indonesia, Medina Warda Aulia yang tampil di kelompok putra membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan kedua Ivan Sokolov pada babak kedua turnamen catur internasional Japfa GM dan GMW di Yogyakarta, Jumat (14/6/2019). Medina (2375) yang memainkan buah putih tampil tenang menghadapi pecatur kawakan berelo rating 2595 itu.

Memainkan pembukaan Spanyol, Medina bermain agresif, sedangkan sang lawan tampak tegang dan penuh tekanan. Secara posisi dan materi, permainan berlangsung imbang. Namun Sokolov terlihat lamban sehingga mengalami krisis waktu sebelum tumbang pada langkah ke-54. Menurut pengamat catur, Kristianus Liem seperti dikutip dari Antara, dari awal secara teknis Medina mampu mengimbangi Sokolov. Bahkan langkah-langkah bidak pecatur putri terbaik Indonesia itu lebih mantap.

“Medina mampu mengimbangi Sokolov, bahkan terlihat lebih yakin langkahnya. Sokolov kayaknya penuh tekanan setelah kemarin dikalahkan Susanto Megaranto,” kata Kristianus yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres Pengembangan dan Pembinaan Prestasi PB Percasi tersebut.

Kemenangan Medina atas Sokolov membuka peluang pecatur berhijab ini untuk meraih norma Master Internasional ketiga di turnamen ini, setelah sebelumnya di babak pertama Medina dikalahkan GM Rustam Khusunutdinov (Kazakshtan, 2471). Untuk meraih norma MI, Medina harus bisa mengumpulkan 8 poin dari 11 babak.

Sementara itu, pada pertandingan lain, andalan utama Indonesia, GM Susanto Megaranto (2548) harus puas memperoleh poin setengah usai. bermain remis dengan juniornya , IM Novendra Priasmoro (2457). Kedua pecatur putra terbaik Indonesia itu bermain habis-habisan hingga langkah ke-85. Sebelum permainan Caro Can itu berakhir imbang.

Sementara itu, pecatur andalan Indonesia di kategori Grand Master Wanita, WIM Chelsie Monica Sihite (2212) gagal memanfaatkan keunggulan dua perwira dan terpaksa menerima tawaran remis WGM Gong Qianyun (Singapura/2381) pada babak kedua. Memainkan pembukaan Perancis, Chelsie menerima tawaran remis pada langkah ke-30.

“Nyesel sih karena sudah unggul dua perwira. Tapi dia juga tetap tenang. Mau gak mau terima remis karena benteng dia aktif sedangkan benteng saya terisolir,” kata Chelsie. Menurut Chelsie, walau baru berjalan 30 langkah, hasil remis tidak bisa dihindari karena terjadi pengulangan langkah tiga kali sejak langkah ke-27.

Hasil remis membuat Chelsie harus puas dengan tambahan 1/2 poin menjadi 1 1/2 setelah pada babak pertama menang atas unggulan pertama IM Sophie Millet (Prancis/2415). Menurut gadis berdarah batak itu, pada babak selanjutnya ia akan berusaha tampil lebih baik dan tidak akan membuang peluang untuk menang.