Pernyataan sikap dihadiri puluhan alumni UI. Mereka mengenakan kaos oblong kuning lalu membuka acara dengan membacakan manifesto.

Alumni UI untuk Jokowi-Ma’ruf Amin Imbau ‘Adik-adik’ Kedepankan Argumen

JAKARTA (IndependensI.com) – Pasca unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Jakarta dan juga kota-kota besar lainnya dalam beberapa hari terakhir, Alumni UI (Universitas Indonesia) untuk Joko Widodo – Ma’ruf Amin menyatakan sikap akan mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.

Pernyataan sikap dihadiri puluhan alumni UI. Mereka mengenakan kaos oblong kuning lalu membuka acara dengan membacakan manifesto. Acara tersebut turut dihadiri komposer Addie M.S yang menjadi dirijen lagu Indonesia Raya diawal acara.

Fajar Soeharto, Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi – Ma’ruf Amin mengingatkan mahasiswa UI agar tetap mengedepankan argumen dan tak melanggar hukum serta konstitusi.

“Jangan bakar-bakar, jangan rusak sana-sana, jangan buat masyarakat resah. Buat simpati ke masyarakat. Kalau mau buat gerakan jangan sampai begitu (merusak). Terserah kalau mau beda pendapat,” kata Fajar dalam acara itu di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Oktober 2019.

Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Ma’ruf Amin, menurutnya, sangat menentang segala bentuk upaya pengingkaran proses demokrasi yang konstitusional. “Itu tindakan yang tidak sah, tercela, dan kami sangat menentangnya,” ia mengatakan.

Anggota Gerakan Alumni UI Toto Sugito mmenambahkan,  semula disepakati kelompok pendukung Jokowi – Ma’ruf Amin tak muncul lagi setelah Pemilu 2019. Namun, serangkaian demonstrasi yang kian masif belakangan ini membuat mereka kembali bersuara.

Toto menegaskan alumni UI tak mengharamkan protes dengan cara demonstrasi. Tapi protes mestinya dilakukan secara santun dan tetap dalam koridor hukum. “Hal ini yang mulai sedikit dilanggar belakangan.”