Dengan armada A330 900 NEO, Citilink menerbangi rute juanda Suraaya ke Jeddah

Citilink Indonesia Buka Rute Surabaya-Jeddah

JAKARTA (Independensi.con) Citilink Indonesia kembali mengembangkan jaringan internasionalnya dengan membuka rute penerbangan baru dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

“Pembukaan rute Surabaya -Jeddah pp. ini merupakan upaya Perusahaan untuk meningkatkan eksistensi di ranah internasional. Penerbangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan transportasi untuk masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra di Cengkareng, Senin (10/2).

Penerbangan rute Surabaya-Jeddah pp. merupakan rute penerbangan internasional ke-11 yang dimiliki Citilink Indonesia setelah sebelumnya Citilink Indonesia meluncurkan penerbangan internasional rute Denpasar-Melbourne (Avalon) pp. dan Bandung -Kuala Lumpur pp. di tahun ini.

Penerbangan rute Surabaya -Jeddah pp. untuk tahap awal beroperasi satu kali dalam seminggu yakni pada hari Minggu dengan menggunakan pesawat Airbus A330-900 NEO berkapasitas 365 penumpang. Selanjutnya, di bulan Maret 2020 penerbangan ini akan beroperasi tiga kali dalam seminggu.

Penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 16:00 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 22:40 waktu setempat dengan nomor penerbangan QG 526.

Untuk sebaliknya, penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 00:20 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Juanda pada pukul 15:50 waktu setempat dengan nomor penerbangan QG 527.

“Tidak hanya menjadi pilihan transportasi untuk masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah, diharapkan rute baru ini juga dapat meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terhubung dengan kota-kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Denpasar, Makassar, Manado, dan sebagainya,” tutup Juliandra. (hpr)