Almarhum Haidir Anwar Tanjung

Dunia Pers Riau Berduka, Haidir Anwar Tanjung Wartawan Detik.com Meninggal

PEKANBARU (Independensi.com) – Dunia Pers Riau berduka. Haidir Anwar Tanjung (47) salah seorang jurnalis terbaik yang sehari-hari menulis di Detik.com, meninggal dunia Kamis, (19/11) sekitar pukul 22 wib di Rumah Sakit Eka Hospital, Pekanbaru.

Menurut informasi, almarhum usai berbuka puasa sunat pada Kamis petang, mengalami sesak nafas. Saat itu juga, ia dibawa ke rumah sakit Eka Hospital Pekanbaru.
Beberapa saat mendapat penanganan medis, Haidir Anwar Tanjung, almarhum wartawan yang gigih, pintar dan tipikal pemberani, tak terselamatkan lagi.

Akhirnya penulis buku “Bonita Hikayat Sang Raja” menghadap sang khalik, ujar Banda Haruddin Tanjung adik almarhum yang juga wartawan okzone kepada Independensi.com di rumah duka, Jumat (20/11/2020) siang.

Ratusan pelayat mendatangi rumah duka di Jl Purwodadi – Perumahan Griya Ceria, Blok A nomor 5 Kecamatan Tampan, baik dari kalangan insan pers maupun para pejabat dan tokoh masyarakat Riau, bergantian keluar masuk rumah duka.

H Deni Kurnia Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau dan Sahnan Rangkuti wartawan Kompas, tak dapat menyembunyikam duka mendalam atas wafatnya Haidir Anwar Tanjung.

Usai solat Jumat, almarhum kelahiran Pulau Raja Sumatera Utara 47 tahun lalu yang meninggalkan seorang istri Elis dan 2 (dua) orang anak yaitu Hapis dan Fiqih itu, disalatkan di mesdjid dekat rumah almarhum, kemudian jenazah dimakamkan di tempat peristirahatan terahir di lokasi TPU Jl Kartama Kecamatan Marpoyan Damai, tidak jauh dari bandara Sultan Syarif Qasyim II Pekanbaru.

Kepergian almarhum mengagetkan berbagai kalangan dan segenap insan pers, termasuk Gubernur Riau. ” Innalillahi wa’innailaihi raji’un. Kami sekeluarga turut berduka cita dan mendoakan almahum Haidir Tanjung. Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga diberi kekuatan iman dan sabar menerima cobaan ,” ujar Gubri Syamsuar.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam pesan duka di berbagai grup whatsApp mengungkapkan ke-terkejutaannya atas kabar meninggalnya Haidir Anwar Tanjung.

“Seorang sahabat jurnalis yang saya banggakan dan sayangi, Haidir Anwar Tanjung, jurnalis Detik.com telah berpulang,” tulis Siti Nurbaya. Menurut Siti, dia bertemu almarhum beberapa hari lalu di Pekanbaru, untuk persiapan launching buku yang ditulisnya berjudul “Bonita: Hikayat Sang Raja”.

Terimakasih atas segala dedikasi dan karya jurnalistik yang luar biasa. Segenap doa saya untuk keluarga dan sahabat yang merasakan kehilangan. Semoga rahimahullah husnul khotimah, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala. Aamin,” ujar Siti. “Insha Allah, buku warisan Bang Haidir tetap kita cetak. Launching bukunya juga tetap akan digelar di Manggala Wanabhakti.

Ini sebagai bentuk penghormatan pada dedikasi seorang jurnalis pejuang lingkungan hidup Indonesia dari Riau. Karya Bang Haidir tentang kisah penyelamatan Harimau Sumatera, akan abadi. “Selamat jalan Bang Haidir Anwar Tanjung..,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya dalam pesan whatsaapnya.

Banda Harudin Tanjung adik almarhum yang juga wartawan okzone menjelaskan, sebelum wafat, Haidir Anwar Tanjung baru saja merampungkan karya tulis tentang upaya konservasi harimau dan penanganan konflik manusia vs harimau di Sumatera. Buku itu diberi judul Bonita Hikayat Sang Raja.

Di dalam buku itu, Haidir Tanjung menulis tentang perjalanan Bonita, seekor harimau sumatera betina di kawasan Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.

Haidir menuliskan rekam jejak konflik Bonita vs Manusia yang merepotkan semua orang, Pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan hingga media massa. Menurut Nanda panggilan akrab Banda Harudin, almarhum yang aktif menjalani puasa Senin-Kamis, ketika masuk waktu berbuka puasa, tiba-tiba muntah.

“Semua yang dimakannya dimuntahkan. Dan abang (almarhum Haidir, red) minta dibawa ke rumah sakit, katanya dadanya sakit dan susah bernafas. “Sesampai di Rumah Sakit Eka Hospital dan ditangani tim medis, sekitar pukul 22.00 wib, abang menghembuskan nafas terakhirnya,” ujar Elis istri Haidir menimpali.

Selamat Jalan bere Haidir Anwar Tanjung… (Maurit Simanungkalit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *