Foto : Banjir luapan air Kali Lamong di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Korban Banjir Kali Lamong, Keluhkan Lambatnya Respon Pemkab Gresik Terhadap Laporan Masyarakat

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Jebolnya tanggul penahan arus dialiran Kali Lamong, yang berada di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyebabkan ratusan rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariatif.

Menurut salah seorang warga Desa Cermen Saiful (24), sebelum tanggul jebol. Dirinya sempat melaporkan kepada pihak terkait, bila kondisi tanggul sudah longsor pada bagian kanan dan kiri. Namun, tidak langsung dilakukan upaya pembenahan.

“Hari Jumat malam, kondisi tanggul sudah longsor pada bagian kanan dan kiri. Tapi saat saya laporkan jawabannya  ‘iya mas, dan ternyata tidak diperbaiki akhirnya Senin (24/10) kemarin jebol,” katanya, Selasa (25/10).

Sementara salah seorang warga Cermen lainnya, Tomo menyayangkan lamban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam merespon laporan masyarakat yang tinggal dikawasan aliran Kali Lamong.

“Mestinya laporan masyarakat itu langsung direspon, sehingga banjir bisa dihindari. Kalau sudah terjadi terus diperbaiki kan sama juga bohong, wong kami sudah menjadi korban kebanjiran,” tuturnya dengan nada geram.

Terkait jebolnya tanggul di Desa Cermen, dibenarkan Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani. Bahkan pihaknya bersama pihak terkait, dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terjun kelokasi.

“Dari laporan awal yang saya terima, tanggul jebol selebar 1,5 meter, tapi beberapa saat kemudian melebar hingga 30 meter. Karena, debit air Kali Lamong yang sangat besar hingga banjir masuk ke pemukiman warga,” ungkapnya.

“Kami juga telah meminta BPBD dengan bantuan TNI-Polri, untuk mengevakuasi warga terdampak banjir. Supaya hal yang tidak diinginkan bisa dihindari, karena tingginya curah hujan saat ini tinggi,” imbaunya.

Selain itu, lanjut Bupati pihaknya juga telah memperbaiki tanggul yang jebol dengan memasang tanggul darurut yang terbuat dari bambu dan karung berisi pasir agar air tidak terus meluber ke pemukiman warga.

“Perlu saya luruskan yang jebol itu adalah tanggul anak Kali Lamong, kalau tanggul Kali Lamongnya aman dan dalam kondisi baik,” tukasnya.

“Untuk tanggul anak Kali Lamong secepatnya akan kita perbaiki, makanya satu unit ekskavator juga sudah kita siapkan untuk langkah tanggap darurat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, banjir luapan Kali Lamong tidak hanya mengenangi wilayah Kecamatan Kedamean saja. Namun, juga telah telah meluber ke sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. (Mor)