Warga Muslim Palestina bersembahyang di luar Kota Tua Jerusalem, Selasa (25/7/2017), sebagai bentuk protes atas pemasangan detektor logam dan kamera oleh Israel di gerbang menuju Masjid Al-Aqsa.

AS Puji Pencabutan Detektor Logam Haram al-Sharif

WASHINGTON (IndependensI.com) – Pemerintah Amerika Serikat memuji langkah Israel mencabut detektor logam yang sempat di pasang di gerbang menuju Al-Aqsa di Jerusalem. Gedung Putih mengatakan langkah tersebut membantu mengurangi ketegangan di kawasan itu.

“Israel mencabut magnetometer dan kamera, meski pengamanan di Temple Mount/Haram al-Sharif ditingkatkan menyusul terbunuhnya dua orang polisi Israel di lokasi itu pada 14 Juli lalu,” kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, seperti dikutip AFP, Rabu (26/7/2017).

“Amerika Serikat memuji upaya Israel untuk menjaga keamanan sekaligus mengurangi ketegangan di kawasan tersebut,” ujarnya.

Israel akhirnya mencabut detektor logam setelah menuai kecaman dunia internasional karena dianggap membatasi kebebasan orang beribadah. Haram al-Sharif, yang oleh orang Yahudi disebut sebagai Temple Mount, adalah salah satu wilayah yang dipersengketakan Israel dan Palestina. Di kompleks Haram al-Sharif terdapat salah satu tempat suci umat Islam yaitu Masjid Al-Aqsa.

Pemerintah Israel memasang detektor di gerbang masuk menyusul serangan yang menewaskan dua orang polisi pada 14 Juli lalu. Teknisi Israel tampak mencabut detektor dan kamera pada Selasa (25/7/2017).

Tapi hal itu tidak menyurutkan perlawanan orang Palestina. Mereka tetap menyerukan boikot terhadap Israel karena menilai negara Yahudi itu akan menerapkan kebijakan keamanan baru yang lebih ketat.