Direksi PDAM Tirta Bhagasasi saat menerima Anggota DPRD.(foto:jonder sihotang)

Pelanggan Keluhkan Air Pam, DPRD Datangi PDAM

BEKASI (IndependensI.com) –  Pelayanan  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi dan PDAM Tirta Patriot Bekasi, dinilai belum maksimal. Pasalnya, masih banyak masyarakat pelanggan yang mengeluh.
Diantara keluhan masyarakat, air kecil, keruh dan air sering tidak mengalir.

Hal itulah yang membuat  Komisi III DPRD Kota Bekasi, mendatangi dua PDAM tersebut, Senin (2/10/2017). Para wakil rakyat ini sengaja bertemu direksi dua PDAM itu, ingin mengetahui langsung permasalahan pendistribusian air bersih yang tidak maksimal.

Di PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi milik bersama Pemkab dan Pemkot Bekasi, rombongan dewan diterima langsung Dirut dan Dirum Usep  Rahman Salim dan Ulan Ruslan. Dan di PDAM Tirta Patriot milik Pemkot Bekasi, dewan diterima Pjs  Dirut Cecep Ahmadi.

Rombongan  dewan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto mengatakan, pihaknya  memanyakan bagaimana kendala yang dihadapi PDAM tentang keluhan dari masyarakat pelanggan mengenai air yang keruh dan kerap tidak mengalir.

“Kami kemari untuk meminta penjelasan yang lebih akurat dari pimpinan PDAM sendiri. Pimpinan PDAM menyatakan dalam beberapa hari ini pendistribusian air akan normal kembali,” ucap Murfati Lidianto.

Sebelum kunjungan, kata politisi Partai Gerindra ini, ia menyempatkan diri untuk mengecek air PDAM di kediamannya, dan ternyata masih keruh.

“Kami sebagai Komisi III turut mengawasi tentang pelayanan PDAM, baik itu Bhagasasi maupun Patriot agar kedepannya lebih baik,” ungkapnya.

Bicara dana penyertaan modal ke PDAM Tirta Bhagasasi dari Pemkot Bekasi, Murfati menhakui tahun 2018 akan  ditambah Rp 5 miliar. Ia mengakui  pihaknya sangat mendukung secara positif dan mendorong agar PDAM Tirta Bhagasasi dan Patriot dapat memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat Kota Bekasi.

“Kendalanya sebenarnya tidak terlalu banyak, mungkin karena belum ada pemisahan saja. Kami dari Komisi III ingin ada pemisahan dengan cepat agar PDAM Tirta Bhagasasi dan Patriot fokus melayani masyarakat,” katanya.

Kedepan katanya, PDAM tidak hanya melayani air bersih, tetapi dapat memproduksi air yang bisa langsung diminum seperti di luar negeri. Ia mencntohkan  seperti di Jepang.

Harapan kami air PDAM bukan hanya untuk di pakai saja, tapi layak diminum langsung. Tirta Bhagasasi harus coba membuat itu dan sebagai percontohan untuk air yang langsung diminum. Pemerintah dan legislatif mendukung halbitu, ia menambahkan.

Ditempat sama, Direktur PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim menjelaskan, banyaknya keluhan dari masyarakat pelanggan karena beberapa kendala.  Kendalanya seperti pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang bocor akibat pekerjaan proyek, dan air baku yang tercemar.

“Kami sudah semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. Namun ada beberapa faktor diluar dugaan seperti bocornya pipa dan paling mempengaruhi adalah air baku yang tercemar limbah,” kata Usep. (jonder sihotang)