Apple Bakal Caplok Shazam

JAKARTA (IndependensI.com) – Apple mengungkapkan rencananya membeli Shazam, Senin (11/12/2017). Pembelian aplikasi pengenalan lagu itu bertujuan memperkuat posisi Apple dalam persaingan layanan streaming musik.

Pertumbuhan bisnis Apple di bidang ini meningkat pesat tapi masih kalah jauh, hanya separuhnya, dari Spotify. Apple mengatakan Shazam layak dibeli karena terus menjadi salah satu aplikasi populer di App Store.

Apple dan Shazam belum mengungkapkan rincian perjanjian antara keduanya. Laman berita teknologi Recode dan TechCrunch, yang mendapatkan informasi dari sumber anonim, menyebutkan nilai akuisisi mencapai US$400 juta.

Bursa saham menanggapi positif keputusan ini. Harga saham Apple naik 2,0 persen pada perdagangan kemarin. Kenaikannya jauh melebihi rata-rata saham industri Dow Jones yang hanya 0,2 persen.

“Apple Music dan Shazam secara alami sudah cocok. Kedua aplikasi ini sama-sama punya kemampuan untuk pencarian musik dan menghadirkan musik yang luar biasa buat penggunanya,” kata Apple dalam pernyataannya.

Shazam, yang bermarkas di London, mengeluarkan pernyataan terpisah. “Kami tidak bisa membayangkan rumah yang lebih baik untuk Shazam yang memungkinkan kami terus berinovasi dan menghadirkan keajaiban untuk pengguna kami,” kata Shazam.

Shazam didirikan pada 1999, era awal musik daring. Perangkat lunak yang dimiliki perusahaan ini mampu mengenali judul lagu yang diputar di radio, di pesta, atau yang digunakan sebagai musik latar.

Tahun lalu, Shazam mengumumkan bahwa pengguna yang mengunduh aplikasinya di smartphone sudah mencapai 1 miliar. Tapi perusahaan itu masih kesulitan mencari uang dengan teknologi yang dikuasainya.

Baru belum lama ini Shazam mengumumkan mulai bisa mendongkrak keuntungan berkat iklan dan pengalihan traffic dari situs lain seperti Spotify dan Apple Music.

Teknologi pengenalan lagu juga tidak unik lagi. Shazam mulai punya pesaing seperti SoundHound dan melawan smartphone yang punya kemampuan pengenalan suara.

Mark Mulligan, penulis blog populer di industri musik, menggambarkan Shazam sebagai “teknologi keren tanpa model bisnis” dan mengatakan Apple adalah satu dari sedikit pemain yang bisa memberikan nilai tambah buat aplikasi itu.

Apple memang serius mengelola bisnis musiknya. Pada 2014, perusahaan itu membeli produsen pengeras suara dan headphone Beats Electronics dengan nilai US$3 miliar.

Tidak lama kemudian, Apple membeli Semetric, perusahaan Inggris yang melacak konsumsi musik berdasarkan label dan artisnya.