Foto bertanggal 23 Februari 2018 ini memperlihatkan mantan menteri keuangan Guatemala dan ketua Oxfam Guatemala, Juan Alberto Fuentes, dikawal menuju pengadilan di Guatelama City sebagai saksi kasus korupsi pengadaan bus. Statusnya kini dinaikkan menjadi tersangka. (AFP)

Bos Oxfam Guatemala Diadili

JAKARTA (IndependensI.com) – Oxfam belum lepas dari skandal prostitusi dan pelecehan seksual di sejumlah negara tempatnya beroperasi. Kredibilitas lembaga penyalur bantuan asal Inggris itu semakin buruk dengan skandal korupsi di Guatemala.

Bos Oxfam Guatemala, Juan Alberto Fuentes, akan segera diadili karena terlibat dalam korupsi kontrak pengadaan kendaraan umum. Pada Kamis (1/3/2018), jaksa Jose Eduardo Cojulun menyatakan berkas perkaranya sudah lengkap sehingga bisa diajukan ke pengadilan.

Fuentes ditangkap bersama presiden Guatemala periode 2008-2012, Alvaro Colom, pada 13 Februari 2018. Aparat hukum juga menahan sebagian besar anggota kabinet Colom.

Meski tidak terkait dengan skandal prostitusi dan perbuatan tidak pangas karyawan Oxfam di Haiti dan beberapa negara lain, perkara yang melibatkan Fuentes menambah beban organisasi itu. Akibat terungkapnya skandal Haiti, Oxfam tidak lagi menerima dana dari pemerintah Inggris. Sejumlah donatur tetap juga mundur.

Haiti Usir Oxfam

Oxfam menyatakan bahwa kasus korupsi ini terjadi sebelum Fuentes ditunjuk sebagai ketua di negara Amerika Tengah itu. Pencurian uang rakyat ini terjadi ketika Fuentes menjadi menteri keuangan di kabinet Colom.

Fuentes diduga terlibat dalam korupsi pembelian ratusan bus senilai US$35 juta pada 2009. Armada kendaraan umum itu diproyeksikan untuk melayani penumpang jurusan Guatemala City-San Salvador. Jaksa penuntut mengatakan nilai pembelian digelembungkan.

Colom, Fuentes, dan 11 tersangka lain terlibat dalam skandal ini. Cojulun mengatakan semuanya menghadapi tuduhan melakukan penipuan. Colom dan Fuentes juga menghadapi tuduhan melakukan penggelapan karena mereka “benar-benar mengetahui” perkara ini.

One comment

Comments are closed.