Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Eksternal Haiti, Aviol Fleurant, menjelaskan sikap pemerintahnya terhadap Oxfam di Port-au-Prince, Haiti, Kamis (22/2/2018).

Haiti Usir Oxfam

JAKARTA (IndependensI.com) – Pemerintah Haiti membekukan operasional Oxfam di negara itu, Kamis (22/2/2018). Organisasi penyalur bantuan asal Inggris itu diminta angkat kaki dari Haiti menyusul terungkapnya skandal seks pada penanganan pascagempa 2010.

Kementerian perencanaan dan kerja sama eksternal Haiti mengatakan bahwa Oxfam Inggris telah melakukan “kesalahan serius” dengan tidak memberi tahu otoritas Haiti tentang perbuatan karyawannya.

“Tindakan tidak pantas, kejahatan, yang sebenarnya sudah diketahui oleh LSM itu, adalah pelanggaran serius terhadap martabat rakyat Haiti,” kata pemerintah Haiti dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (23/2/2018).

Operasional organisasi penyalur bantuan kemanusiaan itu dibekukan selama dua bulan. Dalam periode moratorium, pemerintah Haiti melakukan penyelidikannya sendiri.

Oxfam Selidiki 26 Kasus Baru Pelanggaran Seksual

Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Eksternal Haiti, Aviol Fleurant, mengatakan bahwa pihaknya sudah menemukan “kaitan antara kejahatan yang terjadi dan uang yang diterima Oxfam untuk membantu rakyat Haiti. Maka dari itu, kementerian luar negeri, atas nama pemerintah, menyatakan Oxfam Inggris sebagai persona non-grata dan harus meninggalkan negara ini.”

“Haiti bukan lagi republik-nya LSM. Kami bukan bahan lawakan. Harkat dan martabat rakyat Haiti tidak ternilai harganya,” kata Fleurant usai pertemuan dengan Direktur Oxfam wilayah Amerika Latin dan Karibia, Simon Ticehurst.

Oxfam menggelar penyelidikan seteahun setelah gempa dan menemukan bahwa tujuh orang karyawannya menyewa PSK remaja Haiti.

Dalam laporan tahun 2011, yang dibuka pada Senin (19/2/2018), terungkap bahwa tiga orang karyawan Oxfam mengamcam seorang saksi mata secara fisik.

Oxfam Terlibat Skandal Prostitusi

Seorang karyawan diketahui membayar para PSK yang diundang ke rumah tempat mereka menginap. Karyawan lain dituduh melakukan pelecehan dan intimidasi.

Seorang perempuan muda Haiti mengaku kepada surat kabar The Times bahwa dia berhubungan dengan mantan direktur Oxfam untuk Haiti, Roland van Hauwermeiren. Waktu itu, perempuan tersebut baru berusia 16 tahun, sementara Van Hauwermeiren sudah 61 tahun.

Kepada media Belgia, pekan lalu, Van Hauwermeiren membantah tudingan tersebut. Tapi dia mengaku mengatur pesta seks dengan beberapa orang PSK muda Haiti, dan melakukan “hubungan intim” dengan “perempuan dewasa dan terhormat” yang tidak dibayar.

Sebanyak empat orang karyawan Oxfam dipecat karena perbuatan tidak pantas. Sebanyak tiga orang lagi, termasuk Van Hauwermeiren, diminta mengundurkan diri.

One comment

Comments are closed.