Kondisi TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi yang memperihatinkan. (ist)

Sebagian Besar Sampah Kota Bekasi Tidak Tertangani

BEKASI (IndependensI.com)-  Penanganan sampah di Kota Bekasi, menjadi masalah pelik dihadapi pemerintah kota setempat. Hingga saat ini, pemerintahan di daerah tetangga Ibu Kota Jakarta tersebut, belum mampu menangani sampah secara maksimal kendati undang-undang mengamantkan pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi, belum lama ini mengakui, jumlah sampah yang dihasilkan warga Kota Bekasi rata-rata 1.700 ton per hari. Dari jumlah itu, yang mampu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Sumurbatu hanya 600 ton. Sisanya tidak terangkut dan menjadi persoalan pelik mengakibatkan adanya sampah liar dimana-mana.

Lutfi tidak merinci alasan kenapa sebagian besar atau 1.100 ton sampah yang ada setiap hari, tidak terangkut. Tapi Lutfi berharap sisa sampah itu dapat ditangani melalui program bank sampah yang sejak lama digaungkan di Kota Bekasi.

Cara penanganan sampah di bank sampah katanya, mengharapkan  adanya pemilahan sampah organik dan tidak organik. Sampah yang bernilai ekonomis dapat dijual ke bank sampah. Kemudian, masyarakat agar melakukan daurulang sampah. Tapi hal itu juga belum dapat diwujudkan.

Di Kota Bekasi katanya, sudah ada 211 bank sampah. Tapi yang aktif baru 30 bank sampah. Sehingga penanganan sampah oleh pengurus bank sampah belum maksimal. Padahal, Pemkot Bekasi sudah menggagas bank sampah sejak  empat tahun silam dan mengeluarkan dana dari APBD puluhan miliar rupiah. (jonder sihotang)