Kondisi jalan tol pasca pemberlakuan nomor ganjil genap. (ist)

Pemberlakuan Nomor Ganjil Genap di Tol, Warga Pilih  Trans Jabodetabek

BEKASI (IndependensI.com)-  Pengemudi kendaraan pribadi yang terdampak pemberlakuan aturan ganjil genap yang akan menuju Jakarta melalui gerbang Bekasi Barat, sebagian memanfaatkan fasilitas Trans Jabodetabek yang berangkat dari Mega City Bekasi.

Tri Wahono (44), seorang warga Bekasi Jaya, yang memiliki kendaraan dengan plat nomor ganjil. “Saya pilih beralih ke Trans Jabodetabek ini karena dijanjikan waktu tempuh perjalanan yang terjamin,” ucapnya.

Hal tersebut diketahui saat mendapatkan sosialisasi dari petugas dalam seminggu terakhir.  Melalui brosur yang menginformasikan jadwal keberangkatan bus-bus Trans Jabodetabek menuju berbagai rute, ia sengaja memanfaatkan fasilitas ini di hari pertama pemberlakuan paket kebijakan penanangan tol  Jakarta-Cikampek.

“Tapi saya sempat salah tujuan, dikira ada pemberangkatan dari Summarecon Bekasi, tadi saya ke sana lebih dulu, tapi ternyata semua pemberangkatan dipusatkan di sini,” katanya.

Karena salah satu rute yang dilayani Trans Jabodetabek langsung tiba di tempat kerjanya di Podomoro City, ia mengaku menumpang angkutan umum akan lebih efisien. Ongkos naik ojek dan Transjabodetabek pergi pulang masih lebih murah dibandingkan biaya yang biasa dikeluarkannya untuk membeli bensin dan membayar tol.

Dewa (33),  warga Rawalunbu itu memang sehari-hari lebih memilih mengakses kantornya di bilangan Sudirman dengan menggunakan angkutan umum. “Pakai angkutan umum tidak perlu capek menghadapi kemacetan karena tinggal duduk,” katanya.

Setelah mencoba sejumlah angkutan umum yang ditawarkan berbagai penyelenggara, Dewa mengaku paling memilih menggunakan Trans Jabodetabek. Meskipun ongkos  lebih besar daripada angkutan umum lain, tapi fasilitas yang ditawarkannya sebanding dengan harganya.

Dengan pemberlakuan jalur khusus bus di dalam tol, Dewa berharap waktu tempuh perjalanan menuju kantornya bisa lebih cepat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengakui, pihaknya telah mengantisipasi kendaraa  yang tidak masuk jalan tol. Mereka menempatkan petugas di lapangan guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas. (adv/humas/jon)