(Foto: Dokumentasi)

Laboratorium Antariksa China Jatuh ke Laut

JAKARTA (IndependensI.com) – Laboratorim antariksa China, Tiangong-1, jatuh ke Samudera Pasifik pada Senin (2/4/2018) pagi. Wahana luar angkasa itu dijatuhkan ke Bumi dengan sengaja karena sudah tidak berfungsi lagi.

Badan Antariksa China mengatakan Tiangong-1 terbakar di udara sebelum tercemplung ke laut pada pukul 00.15 GMT atau 07.15 WIB. Lembaga itu mengatakan hanya sebagian kecil dari wahana itu yang tersisa.

Pihak China juga menegaskan bahwa wahana bekas itu tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang berarti terhadap Bumi. Mereka mengatakan sisa-sisa Tiangong-1 yang masuk ke atmosfer memperlihatkan fenomena seperti hujan meteor.

Badan Antariksa China mengatakan tidak bisa mengetahui lokasi tepat jatuhnya Tiangong-1 hingga saat-saat terakhir wahana itu mengorbit. Namun sebelumnya mereka memperkirakan lokasinya di lepas pantai Sao Paulo.

Badan Antariksa Eropa mengatakan Tiangong-1 dipastikan jatuh ke laut, yang mencakup sebagian besar permukaan Bumi. Peluang ada orang tertimpa sisa-sisa wahana itu amat kecil yaitu “10 juta kali lebih kecil ketimbang peluang orang tersambar petir setiap tahunnya”.

Tiangong-1 – atau Istana Langit – ditempatkan di orbit pada September 2011. Laboratorium melayang itu adalah salah satu langkah panjang China sebelum membangun stasiun antariksanya sendiri.

Wahana tersebut digunakan China untuk melatih astronotnya mempraktikkan teknik melabuhkan pesawat antariksa secara manual dan otomatis. Tiangong-1 sebenarnya diproyeksikan hanya digunakan selama dua tahun, tapi wahana itu ternyata tahan jauh lebih lama.

Selama berada di orbit, Tiangong-1 beberapa kali menjadi tempat buat astronot melakukan sejumlah percobaan. Para astronot juga beberapa kali memberi pelajaran untuk sekolah di China lewat siaran langsung dari Istana Langit.

Beijing memulai program antariksa berawaknya sejak 1990 setelah membeli teknologi Rusia yang memungkinkan China menjadi negara ketiga yang bisa meluncurkan manusia ke luar angkasa. Sebelumnya yang bisa melakukan seperti itu hanya Uni Soviet dan Amerika Serikat.

China sudah mengorbitkan laboratorium antariksa lain yaitu Tiangong-2 pada September 2016. Wahana ini menjadi batu loncatan sebelum mereka mengorbitkan stasiun antariksa pada 2022. Mereka juga berencana mengirim misi berawak ke bulan di masa depan.