Kekhawatiran Perang Dagang Tiongkok-AS, Harga Minyak Dunia Turun

NEW YORK (IndependensI.com) – Harga minyak dunia lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (2/4/2018) atau Selasa (3/2/2018) pagi WIB sebagai dampak dari kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat membebani pasar.

Tiongkok menangguhkan konsesi tarif atas 128 item produk-produks AS termasuk daging babi dan buah-buahan mulai Senin (2/4/2018), menurut Departemen Keuangan. Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara telah memutuskan untuk mengenakan tarif 15 persen atas 120 item produk-produk yang diimpor dari Amerika Serikat termasuk buah-buahan dan produk-produk terkait, serta tarif 25 persen untuk delapan item impor termasuk daging babi dan produk-produk terkait dari negara tersebut, menurut pernyataan yang dimuat di situs web kementerian.

Pernyataan itu mengatakan bahwa langkah itu adalah tindakan balasan sebagai tanggapan atas langkah AS sebelumnya untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium.

Meskipun ada keberatan di seluruh dunia, pemerintah AS memutuskan untuk mengenakan tarif 25 persen untuk impor baja dan tarif 10 persen untuk impor aluminium, dengan tarif pada impor dari negara-negara termasuk Tiongkok.

Sebagaimana dikutip Antara, para analis khawatir bahwa perang perdagangan itu kemungkin bisa merugikan ekonomi global dan mengurangi permintaan minyak mentah.

Peningkatan produksi minyak Rusia juga merusak sentimen para investor. Produksi minyak mentah negara itu naik pada Maret meskipun ada kesepakatan pengurangan produksi, menjadi 10,97 juta barel per hari (bph) dari 10,95 juta barel per hari pada Februari, data Kementerian Energi Rusia menunjukkan, membuat Rusia tetap di atas Amerika Serikat sebagai produsen minyak mentah terbesar dunia.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 1,93 dolar AS menjadi menetap di 63,01 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 1,70 dolar AS menjadi ditutup pada 67,64 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.