Camat Balai Jaya Pura-pura Tidak Tahu Penutupan Paksa Gereja GBI Diaspora

PEKANBARU (IndependensI.com) – Penutupan gereja kembali terjadi, tepatnya di Desa Balai Jaya Km 7 Simpang Kayangan, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Diaspora ditutup paksa oleh kelompok Islam radikal dan penghulu Balai Jaya.

Camat Balai Jaya, Samsuhir yang berhasil dimintai klarifikasinya oleh IndependensI.com baru-baru ini, menyatakan ia tidak tahu jika Gereja GBI Diaspora ditutup paksa. “Saya tidak tahu gereja itu ditutup, mungkin kurang kordinasi dengan Penghulu Balai Jaya, coba tanyakan langsung kepada Penghulu,” ujarnya.

Sementara itu Pendeta Gereja GBI Diaspora, Sukani Mandrofa, ketika dikonfirmasi pada Kamis, (12/04/2018) mengatakan bahwa pernyataan camat itu tidak benar. “Saya sudah dua kali menemui Pak Camat di kantornya terkait penutupan gereja, kok bisa ada pernyataan Pak Camat tidak mengetahui penutupan gereja?” tegasnya.

Seorang tokoh Kristen yang tak bersedia disebut namanya, menyatakan bahwa tidak benar kalau camat tidak mengetahui penutupan gereja. Pernyataan itu menunjukkan ia bersikap pura-pura tidak tahu. “Saya rasa Pak Camat tahu gereja itu tutup, sedangkan kapolsek saja tahu. Kalau seorang camat tidak tahu kondisi daerahnya itu suatu hal konyol,” ujarnya.

Sementara itu tokoh Islam sekaligus Penghulu Balai Jaya, Amat Lasa, belum dapat diminta keterangan. (Mangasa Situmorang)