Foto bertanggal 18 Mei 2018 ini memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, berbicara di depan forum Komisi Militer Sentral di Pyongyang. (Foto: Reuters)

Korut Copot Tiga Petinggi Militer

JAKARTA (IndependensI.com) – Korea Utara mencopot tiga petinggi militer dari posisinya, Minggu (3/6/2018). Reshuffle di tubuh angkatan bersenjata itu diduga terkait dengan perundingan Korut dan AS yang akan dilangsungkan di Singapura pada 12 Juni 2018.

Informasi tersebut diungkapkan pejabat AS yang tidak ingin namanya disebut. Dia mengomentari laporan kantor berita Korea Selatan, Yonhap, tentang pencopotan tiga perwira tinggi Korut.

Dua hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa perundingan dengan Korut akan jadi dilaksanakan. Padahal pekan sebelumnya, Trump sempat mengancam untuk membatalkannya.

Pejabat AS menduga bahwa perubahan sikap Trump terjadi setelah mendapatkan sinyal positif dari Pyongyang. Pemimpin Korut Kim Jong-un sudah menghancurkan salah satu fasilitas uji coba nuklirnya dan kini melakukan perubahan di tubuh militernya.

Yonhap menyebut tiga pejabat yang dicopot serentak adalah Menteri Pertahanan Pak Yong-sik, Kepala Staf Tentara Rakyat Korea (KPA), Ri Myong-su; dan Direktur Polit Biro KPA, Kim Jong-gak.

Trump ingin Korut bebas nuklir. Artinya, Pyongyang harus melucuci semua senjata nuklirnya. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut sanksi ekonomi terhadap negeri itu.

Mengutip pejabat intelijen anonim, Yonhap melaporkan bahwa No Kwang-chol, wakil menteri di Kementerian KPA, ditunjuk menggantikan Pak Yong-sik. Ri Myong-su digantikan oleh deputinya, Ri Yong-gil.

Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, CIA, dan Kantor Direktur Intelijen Nasional AS belum menyikapi kabar penggantian tersebut.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menolak mengomentari laporan tersebut. Seorang pejabat di lembaga itu mengatakan Seoul masih terus mengamati perkembangan di negara tetangganya.

Yonhap menyebutkan bahwa pejabat yang baru dipasang berusia lebih muda dibanding pendahulunya. Terutama Ri Yong-gil, 63 tahun, yang 21 tahun lebih muda dibanding Ri Myong-su.

“Perubahan tersebut berujung pada dua hal yaitu penguatan kekuasaan Kim Jong-un sebagai penguasa tunggal Korut dan memperkuat kerja sama antara partai dan militer di negara itu untuk mencapai perkembangan ekonomi,” kata profesor Kajian Korut di Seoul, Yang Moo-jin, seperti dikutip kantor berita Reuters, Senin (4/6/2018).

“Mereka semua masih muda tapi benar-benar punya kemampuan,” ujarnya.

Pengganti Kim Jong-gak adalah jenderal angkatan darat Kim Su-gil. Pergantian itu sebenarnya sudah tersirat sejak Kim Su-gil menemani Kim Jong-un dalam perjalanan ke kawasan wisata pantai beberapa waktu lalu.

One comment

  1. I have learn some just right stuff here. Definitely price bookmarking for revisiting. I wonder how so much attempt you place to make any such wonderful informative web site.

Comments are closed.