imam gunawan
Imam Gunawan (kiri), Suryati dan Ellies. (foto Budi/Independensi.com)

Kemenpora Harap Tingkat Keberhasilan Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan Tinggi

JAKARTA (IndependensI.com) – Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda 2018 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menarik animo tinggi.

Tidak hanya itu, benar-benar memberikan banyak manfaat. Alhasil dinilai sangat tepat, juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan soft-skill dari para calon dan pelaku usaha, tidak hanya para pelaku Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM), namun juga pengusaha pemula dan para pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

“Pelatih ini ternyata cukup berwibawa. Kenapa berwibawa, karena dari angkatan yang pertama hanya sekitar 50 persennya saja yang berhasil masuk ke tahap berikutnya. Artinya bahwa ini sebuah keuntungan yang menurut saya bisa menyaring talenta-talenta ataupun potensi-potensi untuk menjadi wirausaha yang di masa yang akan datang sehingga yang lolos sampai selesai mudah-mudahan mempunyai tingkat keberhasilan cukup tinggi sebagai wirausaha,” terang Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Imam Gunawan, di Ruang Teater Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (06/06/2018) pagi.

“Karena memang pelatihan ini mengandung unsur seleksi, jadi tidak hanya sekedar dilatih tapi mereka juga dikasih penilaian untuk lolos ke babak berikutnya. Untuk yang lolos, adalah mereka yang memenuhi ketentuan-ketentuan yang sudah disediakan oleh panitia. Salah satunya adalah tugas-tugas. Pertama, bagaimana membuat model bisnis kanvas dan yang kedua adalah dinamika di kelas dari fasilitator yang mengamati dan sebagainya,” imbuhnya.

Lebih jauh diutarakannya, para peserta dibuat menyeleksi dirinya sendiri. Misal saja, masih dikatakan Imam, ada yang tidak membuat program atau tugas. “Dengan demikian, berarti mereka bisa mengukur dirinya sendiri. Yakni apakah bisa berlanjut atau tidak, mereka yang tahu kemampuanya masing-masing,” tuturnya.

“Mudah-mudahan, di tahun yang akan datang kalau ada pelatihan lagi, mereka akan lebih siap atau dengan melihat kawan-kawan mereka yang sukses masuk ke tahapan berikutnya mereka segera mamantaskan diri, mendidik dirinya sendiri untuk bisa selevel dengan kawan-kawan yang lolos kebabak berikutnya,” tukasnya.

Sebagai catatan, pelatihan yang diberikan secara cuma-cuma atau gratis ini menyediakan fasilitas yang cukup menarik, seperti jasa konsultasi mengenail bagaimana memulai dan menjalankan usaha serta bagaimana cara pembiayaan usaha yang perlu diketahui oleh para calon pengusaha.

Dengan begitu, mereka mengetahui banyaknya manfaat yang bisa mereka peroleh dari pelatihan kewirausahaan. Dalam penjelasannya lagi, Imam menyampaikan juga jika para peserta yang sudah lolos memiliki minat tinggi di bidang kuliner.

“Sebenarnya bidang bisnisnya beragam. ada kuliner, fashion dan jasa hingga reseller, serta masih banyak lagi. Karena mereka kebanyakan masuk dalam kelompok industri kreatif. Yang terpenting, kluenya atau kata kuncinya untuk program ini ternyata memang harus selektif memilih peserta kemudian memilih metodenya dan juga menjamin kelangsungan dari tindak lanjut program ini,” ucapnya didampingi Perwitasari, Kasubbid Pemetaan Bidang Penelusuran dan Pemetaan Potensi Kewirausahaan Pemuda, mewakili Ketua Panitia sekaligus Kabid Pemetaan Kewirausahaan di Kemenpora, Sutrija, lalu Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP PON) Suryati dan Ellies Sutrisna dari Aspirasi.

“Jadi unsur-unsur itu menurut kami akan menjadi faktor keberhasilan. Dalam pelatihan ini kami juga sudah menemukan metode yang baik, menemukan bibit-bibit yang baik dan kami juga menemukan langkah atau tindak lanjut yang baik yang membuat para wirausaha muda ini menjadi wirausaha yang sukses di masa mendatang,” pungkasnya.(exe)