Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengajak warganya menjaga kondusifitas. (humas)

Ciptakan  Kondusifitas Kota Bekasi yang Penduduknya Multi Etnik

BEKASI (IndependensI.com)- Peran pengurus rukun tetanga dan rukun warga (RT dan RW) l menjadi ujung tombak di wilayahnya. Kemudian, Lurah dan Camat harus bisa mengkoordinasikan dan mengambil keputusan untuk warganya.

“Mari semua bekerja untuk kepentingan Pemerintah Kota Bekasi dalam menyusun terwujudnya visi Kota Bekasi yang Cerdas,  Kreatif, Maju, Sejahtera, dan Ihsan,” ungkap Wali Kota Bekasi  Rahmat Effendi, belum lama ini, saat peresmian kantor RW di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.

Permasalahan perbedaan suku, budaya, ras, agama, dan lainnya agar tidak dipermasalahkan. Ciptakan Kota Bekasi yang multi etnik agar diberi kenyamanan disetiap perbedaan. Semua melebur satu menjadi Warga Kota Bekasi, merajut kebersamaan adalah modal penting dalam membangun satu kota yang berhasil.  Maka darii itu, mari rangkul semua elemen yang ada, katanya.

Wali Kota Rahmat memerintahkan kepada Lurah,  agar semua Ketua RTdan RW  membuat pakta integritas sebagai satu perjanjian tertib mengenai apapun khususnya jalin komunikasi dan koordinasi di wilayah masing-masing.

Sebagaimana diketahui, warga Kota Bekasi terdiri dari berbagai suku, agama dan ras. Maka , untuk menjalin kerukunan, perlu saling toleransi dan menjaga kondusifitas guna kemajuan kota dan masyarakat Bekasi. (jonder sihotang)