The RadioHitz Band usai manggung di sebuah cafe. Duduk di tengah adalah Ronny Chandra sang manajer. (Foto: Dokumentasi)

Prinsip Hidup Ronny Chandra “Ora et Labora”

JAKARTA (IndependensI.com) – Malam pergantian tahun bagi orang-orang yang menggeluti dunia hiburan adalah masa di mana mereka akan mendapatkan penghasilan yang berlipat kali ganda.

Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi seorang Ronny Chandra, manajer The RadioHitz Band. “Saya percaya bahwa Tuhan selalu tepat waktu dan tahu apa yang dibutuhkan oleh umat-Nya,” ujar Rochan — sapaan akrabnya — saat ditemui IndependensI.com di tempat dia bekerja sebagai penyiar part time di Radio Heartline FM 100.6, Karawaci, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Kalau bicara masalah panen, menurut Rochan, sebetulnya setiap saat kita selalu “memanen” berkat dari Sang Pencipta.”Kita sering lupa. Bukankah setiap saat kita memanen udara yang membuat kita bernafas dan hidup?” katanya.

Bujangan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, yang telah lumayan lama menggeluti dunia broadcasting sebagai penyiar ini, bukan ingin sok “nyinyir” dengan pemahaman terhadap keyakinan yang dianutnya. “Saya hanya mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari… Setidaknya agar saya tidak terikat oleh kedagingan saya,” katanya.

Selain dikenal sebagai penyiar, Rochan juga menjadi manager dari Wisnu (Keyboard), Arie (Bass-vocal), Andreas (Vocal), Kiki (Giitar-vocal) dan Boim (Drums) yang berhimpun dalam The RadioHitz Band yang khusus membawakan lagu-lagu oldies dari segala genre era.

Seperti halnya grup band yang segmentasinya khusus kaum muda, The RadioHitz Band pun banyak penggemarnya. “Kalau bicara penggemar, dari kalangan anak-anak zaman now pun banyak yang suka… Apalagi mereka yang tahu dan paham siapa John Lenonn, Bee Gees dan lain-lainnya.”

Dan, bukan faktor kebetulan. Saat ini pun Rochan — di tempat dia bekerja sebagai penyiar part time — dipercaya menjadi “penjaga gawang” program Album Nostalgia lagu-lagu oldies baik dari dalam maupun luar negeri, yang mengudara setiap hari Senin-Sabtu pukul 13.00 WIB-17.00 WIB.

Publik kita, diakui atau tidak, sebagian berasumsi bahwa pribadi lepas pribadi yang berkecimpung dan menjadi terkenal di jagat hiburan (termasuk penyiar radio) adalah orang-orang yang tidak pernah kekurangan dalam segala hal yang berhubungan dengan masalah ekonomi.

“Anggapan tersebut, tidak salah,” tukas Rochan. Dan, tanpa bermaksud kembali sok nyinyir lagi, satu-satunya penyiar di Radio Heartline FM 100.6 yang berambut gondrong ini, melanjutkan kalimatnya: “Dalam hidup ini, kita hanya saling memandang. Kita hanya melihat dari sisi luarnya saja… Paling tidak, khusus bagi diri saya sendiri, mungkin ada yang beranggapan bahwa saya kalau ke mana-mana pasti naik mobil pribadi…”

“Padahal, yang terjadi justru sebaliknya, dan orang tidak perlu tahu kalau saya dari tempat kost ke Heartline, setiap hari naik ojek online. Juga kalau ke tempat anak-anak The RadioHitz Band perform.”

Sambil menahan tawa, Rochan melanjutkan ucapannya: “Dan, baru Agustus lalu saya mampu kredit motor… Itu pun menggunakan fasilitas adik saya yang setiap bulan mendapatkan gaji… ha, ha, ha…!”

Begitulah insan hiburan. Dalam keadaan seperti apa pun masih bisa tertawa terbahak-bahak. “Bung TP,” kata Rochan kepada IndependensI.com — setelah dia mengakhiri tawa lepasnya (yang bukan tidak mungkin untuk mentertawakan dirinya sendiri), dan dengan serius dia melanjutkan ucapannya, “Tuhan itu selalu tepat waktu. Hal tersebut terbukti bahwa sampai saat ini saya tidak terlambat bayar uang kos-kosan dan membayar cicilan motor. Karena itulah maka saya selain senantiasa mengucap syukur saya juga tidak pernah berpangku tangan. Prinsip hidup saya Ora et Labora. Soal kapan doa saya akan dijawab, itu hak prerogratif Tuhan. Bukankah waktu kita bukan waktunya Tuhan? Jadi, yang penting, saya harus tetap berdoa dan bekerja. Kerja, kerja dan kerja!” kata Rochan mengakhiri obrolan santainya bersama IndependensI.com. (Toto Prawoto)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *