Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto menjelaskan kinerja Airnav 2019 pada Workshop Navigasi Penerbangan di Jakarta Kamis (26/12)

Airnav Kantongi Pendapatan Rp 3,7 T

JAKARTA (Independensi.com)  Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau lebih dikenal dengan Airnav Indonesia pada tahun 2019 ini mengantongi pendapatan sebesar Rp 3,7 triliun. Pendapatan dari jasa layanan pemandu udara tahun 2019 ini mengalami kenaikan lebih dari 10% dibandingkan tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 3,4 triliun.

Adapun laba bersih (anaudit) pada tahun 2019 ini diperlirakan mencapai Rp 479 miliar atau mengalami kenaikan dibandingkam tahun sebelumnya yang hanya Rp 406 miliar (audit).

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto pada acara Workshop Navigasi Penerbangan di Jakarta Kamis (26/12) mengatakan, layanan penerbangan internasional masih memberikan kontribusi yang besar pada pendapatan Airnav.

Apalagi frekuensi penerbangan dalam negeri sempat terganggu akibat mahalnya harga tiket pesawat yang berimbas pada pengurangan frekuensi penerbangan pada beberapa rute oleh maskapai.

Sementara itu pada tahun 2020 Airnav mengalokasilan anggaran sebesar Rp 1,18 triliun dalan rangka  otomatisasi sistem navigasi penerbangan. anggaran tersebut memakan separuh lebih dari nilai investasi AirNav Indonesia tahun 2020.

Novie memaparkan, sedikitnya ada enam katagori investasi AirNav tahun depan diantaranya terkait dengan pembangunan gedung serta dukungan fasilitas lainnya yang mencapai Rp 463 miliar, sedangkan investasi yang memakan anggaran cukup besar meliputi pengadaan alat navigasi yang mencapai Rp 174,2 miliar serta surveillance yang mencapai Rp 172 miliar.

Mantan Direktur Navigasi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menjelaskan investasi menurut wilayah masih menempatkan pulau Jawa sebagai penyerapan anggaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun, kemudian wilayah Kalimantan terutama terkait dengan Ibu Kota Negara Baru dengan investasi mencapai Rp 195,9 miliar, menyusul Provinsi Papua yang meliputi 29 program dengan investasi Rp 173,6 miliar.

Investasi yang menjadi prioritas tahun depan, terkait dengan Upgrade ATC System, ATC Tower, Tower Set Modular Transportable, ADS-B yang meliputi peremajaan dan upgrade ADS-B di beberapa bandara di Indonesia.Terakhir tetkait dengan surveillance dan navigation, seperti Extension Surface Movement Radar Runway 3 Bandara Soetta, Instrument Landing System di Samarinda, Denpasar, Banjarmasin dan Palangkaraya. (hpr)