Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama wakilnya Tri Adhianto mengenakan pakaian adat dan para pejabat lainnya pada perayaan Hari Jadi ke 23 pada 10 Maret 2020. (humas)

IPM Kota Bekasi Naik

BEKASI (IndependensI.com)- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi menunjukan trend positif. Buktinya, adanya kenaikan dari 81,04 menjadi 81,59 tahun 2019. Atas prestasi ini, hasil  evaluasi SAKIP dari Kementerian PAN RB, Kota Bekaso mendapatkan nilai B, nilai meningkat dari hasil evaluasi tahun lalu 63,49 menjadi 66,29 di tahun 2019.

Penjasan itu disampaikan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada upacara perayaan Hari Jadi ke 23 Kota Bekasi, Selasa (10/3/2020).

Bidang kesehatan ujarnya, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya ialah peningkatan layanan gizi. Itu  dapat terlihat dari menurunnya angka gizi buruk dari 4,11% menjadi 3,81% di tahun 2019. Juga meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan seperti lima unit puskesmas dengan tempat perawatan dan memiliki pelayanan obstetri dan neonatal emergency dasar.

Pada lingkup pendidikan, upaya penuh terhadap progran wajib belajar sembilan tahun, dan pendidikan bagi siswa siswi Kota Bekasi dalam keterbatasan dan disablitas.

“Tahun ini kami mengoperasionalkan sekolah disabilitas terpadu yang dapat memberikan fasilitas layanan terapi bagi anak warga kota bekasi penyandang disabilitas,” ucap Rahmat.

Disebutkan, tema Hari Jadi Kota Bekasi ke 23, yakni “Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai menuju masyarakat Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan di Kota Bekasi”.

Dengan tema ini, diharapkan melanjutkan tahapan yang telah dirintis pada tahap pertama,  dalam upaya penyediaan prasarana dan sarana bagi masyarakat Kota Bekasi.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin mengoptimalkan potensi anggaran yang ada.  Baik berasal dari anggaran belanja daerah Kota Bekasi, anggaran bantuan Provinsi Jawa Barat, bantuan dari Provinsi DKI Jakarta, bantuan Pemerintah Pusat serta potensi lain yang ingin berkontribusi di Kota Bekasi terhadap pembangunan,” tandasnya.

Pengendalian Belanja Daerah yang sejalan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu kinerja luar biasa dari perangkat daerah.

Juga  disiplin pembiayaan telah mampu menyehatkan neraca pendapatan belanja daerah, kinerja peningkatan PAD sebesar 21,35 %. Sejak 3 tahun terakhir, membandingkan realisasi PAD pada tahun 2018 Rp 2 triliun dan capaian PAD Tahun 2019  Rp 2,4 triliun. (jonder sihotang)