Henry Tambunan S.Sos, Korsatpel Terminal BRPS Pekanbaru

Menjelang Berlakunya Larangan Mudik, Warga Serbu Terminal BRPS Pekanbaru

PEKANBARU (Independensi.com) –Sehari menjelang pemberlakuan larangan mudik, ratusan bahkan ribuan warga menyerbu terminal Tipe A Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru.

Tujuannya jelas untuk mudik, agar dapat merayakan lebaran idul fitri bersama keluarga dikampung.

Berbagai pengangkutan biasanya berangkat dari terminal sore bahkan malam, namun hari ini beda, semua diberangkatkan mulai pagi jam 9 dan paling akhir jam 3 sore.

Menurut pantauan Independensi.com Rabu, (5/5/2021) di terminal Tipe A Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, sekitar jam 9 pagi, perwakilan bus Putra Raflesia sudah memberangkatkan bus dari terminal Pekanbaru tujuan Bengkulu.

Kelihatan para awaknya buru-buru menaikkan penumpang serta menyusun barang ke bagasi.

“Kita dikejar waktu, jangan sampai dikembalikan nanti dari perbatasan,” ujar Yunzimal memberi pengertian pada puluhan penumpangnya.

Menurut Yunzimal, larangan mudik baru berlaku hari Jumat (6/5) mulai jam 00, dan itulah sebabnya mobil PO Putra Raflesia tujuan Bengkulu itu di berangkatkan pagi.

Tujuannya, agar mobil sempat lewat dari pos penyekatan yang dibuat di batas Prov Riau.

Jika mobil berangkat pagi, tengah malam nanti sudah bisa sampai di Darmasraya – Prov Sumbar.

“Benar mobil belum sampai Bengkulu, tapi tujuan akhir sudah lebih dekat, kita nanti akan minta tolong ke-petugas,” kata Yunzimal.

Ditempat yang sama, PO Bintang Utara Putra yang biasa berangkat sore dari Pekanbaru tujuan Pangkalan Berandan (Sumatera Utara), juga bersiap-siap berangkat pagi.

Menurut Gultom agen PO Bintang Utara Putra, hari ini armada mereka berangkat 5 unit, semua berangkat mulai pagi dan paling akhir nanti jam 2 siang.

Semua langsung putar kepala, begitu juga penumpang yang sudah dijanjikan berangkat sore, semua di hubungi agar bersedia berangkat pagi hingga siang, kata Gultom.

Nanang (48) yang selama ini bekerja di Sorek Kab Pelalawan mengaku, seyogianya dia baru akan pulang ke Binjai 2-3 hari jelang lebaran.

Tapi larangan mudik dari pemerintah membuat bus tak ada yang berangkat, sehingga diapun harus pulang lebih cepat dari jadwal.

Untung agen Bintang Utara Putra menghubungi keluarga saya di Pekanbaru, memberitahukan armada terakhir yang berangkat siang ini, sehingga saya pulang tadi malam dari Sorek.

“Kalau sempat tidak diberitahukan, saya gak bisa lebaran dengan keluarga di Binjai,” ujar Nanang sambil pamit masuk kedalam bus.

Sementara Nabawi petugas Dinas Perhubungan menjelaskan, keberangkatan Bus / PO dari terminal dipagi hari hingga siang, baru terjadi hari ini.

Namun keberangkatan itu merupakan keinginan pihak angkutan, kami petugas terminal tidak mencampuri.

Ada kemungkinan keberangkatan ini berkaitan dengan akan berlakunya larangan mudik mulai tanggal 6 – 17 Mei 2021, kata Nabawi.

Penumpang di terminal BRPS Pekanbaru sebelum berangkat

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru Henry Tambunan S.Sos menjelaskan, pihaknya selaku pengelola terminal, tidak punya kewenangan melarang atau membatalkan perjalanan bus yang akan berangkat, karena belum masuk masa pelarangan mudik.

Hanya saja sebagai mitra, pihaknya telah menyebarkan surat Menhub terkait prosedur pra-pelarangan pada seluruh PO, mulai 22 April – 5 Mei.

Kita juga menyampaikan pada pengurus armada, agar  setiap penumpang membawa hasil rapid antigen atau genose yang masih berlaku.

Saat ditanya bagaimana nasib angkutan jika armadanya dikembalikan petugas gugus covid-19 dari perbatasan, menurut Henry Tambunan, perintah putar balik atau balik kanan bagi kenderaan angkutan, sepenuhnya kewenangan Satgas Covid-19 secara berjenjang di posko perbatasan Provinsi Riau, itu sudah diluar kewenangan kami. Hanya saja jika hal itu terjadi, kita sangat menyesal, karena semua informasi sudah jauh-jauh hari kita beritahukan pada semua pengangkutan, kata Henry.

Mengenai kesehatan penumpang agar terhindar dari klaster terminal BRPS Pekanbaru, menurut Henry Tambunan, setiap 10 menit petugas tetap menyuarakan dari microfon (pengeras suara), agar semua penumpang dan pengantar tetap mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3 M.

Bahkan lokasi terminal juga sudah beberapa kali dilakukan penyemprotan disinfektan.

Dan di terminal BPRS Pekanbaru sudah ada GeNose yang dapat dipergunakan mengecek kesehatan penumpang yang akan berangkat.

Adapun rekapitulasi angkutan penumpang pada hari Rabu (5/5) mulai pukul 7,30 – 16 Wib, menurut Henry Tambunan : Angkutan AKAP kedatangan 43 unit kenderaan, keberangkatan 42 unit, lintas 17 unit, penumpang turun 276 orang, naik 501 orang serta penumpang melanjutkan perjalanan 341 orang. Sementara angkutan AKDP kedatangan 78 unit, berangkat 74 unit, penumpang turun 184 orang dan penumpang naik 385 orang, ujar Henry Tambunan. (Maurit Simanungkalit)