Sesi konsultasi pertumbuhan anak dengan para ahli keperawatan anak FIK UI.
Sesi konsultasi pertumbuhan anak dengan para ahli keperawatan anak FIK UI.

FIK UI Edukasi Orang Tua untuk Optimalisasi Gizi Anak Down Syndrome

Loading

DEPOK (IndependensI.com) – Penelitian di berbagai negara dan di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 38%–78% anak dengan Down Syndrome memiliki status gizi gemuk dan obesitas. Risiko ini terjadi karena anak dengan Down Syndrome memiliki metabolisme yang lebih lambat, aktivitas fisik yang rendah akibat hipotonia, kesulitan mengenali rasa lapar atau kenyang, serta kecenderungan untuk memilih makanan tinggi gula dan lemak. Masalah pertumbuhan pada anak dengan Down Syndrome tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga dapat memicu komplikasi penyakit lainnya.

Inisiatif FIK UI dalam Peringatan Hari Anak Sedunia

Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melalui Child Health and Well-Being Research Cluster, bekerja sama dengan BEM UI, Bidang Keperawatan RSUI, dan Perkumpulan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS), mengadakan serangkaian kegiatan edukasi. Kegiatan bertema “Optimalisasi Gizi Efektif dan Kesehatan Inklusif bagi Anak Down Syndrome dari POTADS” ini digelar di Gedung Laboratorium dan Pendidikan FIK UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9 Agustus 2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua anak dengan Down Syndrome agar mereka mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan status kesehatan anak-anak istimewa mereka. Selain itu, anak-anak dengan Down Syndrome juga diajak belajar sambil bermain dengan topik kesehatan yang sederhana, tetapi berdampak besar bagi kesehatan mereka. Setidaknya 55 pasang orang tua dan anak dengan Down Syndrome hadir dan berpartisipasi aktif.

Sesi kelas orang tua bersama narasumber Dr. Fajar Tri Waluyanti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.An.
Sesi kelas orang tua bersama narasumber Dr. Fajar Tri Waluyanti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.An.

Empat Pos Edukasi untuk Orang Tua dan Anak

Ada empat pos edukasi yang disajikan untuk orang tua dan anak, yaitu:

  1. Skrining pertumbuhan anak dan konsultasi terkait pertumbuhan anak.
  2. Edukasi pemilihan makanan sehat.
  3. Edukasi kebersihan tangan.
  4. Edukasi kebersihan gigi dan mulut.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FIK UI, Dr. Masfuri, S.Kp., M.N. Setelah itu, ada penampilan istimewa dari anak-anak dengan Down Syndrome yang membawakan tarian Bali dan bela diri Karate. Kehangatan suasana menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan bakat yang patut dirayakan.

Pentingnya Dukungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

“Peringatan Hari Anak Sedunia menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, berhak mendapatkan dukungan penuh, baik dari aspek gizi, kesehatan, maupun kesempatan untuk berkembang,” ungkap Dr. Nur Agustini, S.Kp., M.Si, perwakilan Klaster Riset Child-Health and Well-Being FIK UI sekaligus pembina kegiatan kepedulian kepada masyarakat BEM UI.

Pada sesi kelas bersama narasumber mengenai Asupan Nutrisi pada Anak dengan Down Syndrome, orang tua berbagi pengalaman dalam merawat anak, khususnya terkait pertumbuhan dan kesehatan anak istimewa mereka. Pencegahan dini komplikasi menjadi kunci, dan peran orang tua sangat menentukan.

“Inilah mengapa perilaku makan orang tua begitu penting. Asupan makan berawal dari orang tuanya. Ketika orang tua memiliki kebiasaan makan sehat, anak akan meniru. Untuk anak berkebutuhan khusus, prinsip pola makan sehat sama, tetapi sering kali butuh trik khusus untuk mengatasi kendala yang mereka miliki,” jelas Dr. Fajar Tri Waluyanti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.An, dosen dan praktisi keperawatan anak dari FIK UI sekaligus narasumber pada kegiatan ini.

Permainan edukatif terkait pemilihan makan sehat.
Permainan edukatif terkait pemilihan makan sehat.

Sesi Konsultasi dan Aktivitas Belajar sambil Bermain

Selain sesi kelas, orang tua juga diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan para ahli keperawatan anak FIK UI terkait pertumbuhan dan praktik pemberian makan anak. Sebelumnya, anak-anak menjalani skrining pertumbuhan, yaitu pengukuran tinggi badan dan berat badan oleh para perawat dari RSUI.

Pada pos edukasi yang melibatkan anak-anak, para mahasiswa di bawah naungan Departemen Sosial dan Masyarakat BEM UI menemani anak-anak berpindah dari satu pos ke pos lainnya. Hal ini bertujuan agar orang tua dapat fokus pada sesi kelas narasumber dan sesi konsultasi. Pada pos kebersihan tangan, anak-anak diminta untuk menunjuk anggota badan yang harus dibersihkan dan menyimak pemutaran video cara mencuci tangan. Anak-anak juga diminta untuk mengikuti cara membersihkan gigi dan mulut dengan alat peraga gigi. Selanjutnya, pada pos pemilihan makanan sehat, anak-anak belajar sambil bermain dengan permainan memilih makanan sehat untuk mendukung peningkatan gizi yang efektif.

Permainan edukatif terkait kebersihan tangan.
Permainan edukatif terkait kebersihan tangan.

Dampak dan Komitmen Berkelanjutan

Bagi Sri Hartani, salah satu orang tua yang berpartisipasi, kegiatan ini memberikan dorongan besar. “Kami jadi lebih paham cara menjaga gizi dan kesehatan anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini berlanjut, supaya kami tidak merasa berjuang sendirian,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, FIK UI dan para mitra berkomitmen untuk melanjutkan upaya inklusif demi mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak dengan Down Syndrome di Indonesia.

 

About The Author