![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Prestasi petenis putri Indonesia, Janice Tjen kembali mengguncang dunia tenis. Petenis muda itu kini resmi menembus peringkat 80 dunia WTA, sebuah lonjakan luar biasa dari posisi 412 tahun lalu. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Nurdin Halid, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting menuju panggung Olimpiade 2028.

“Sungguh prestasi mengagumkan. Saya menaruh apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa Janice sepanjang tahun 2025,” ujar Nurdin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/10/2025). Menurut Nurdin, Janice adalah bagian penting dari trio emas Indonesia bersama Aldila Sutjiadi dan Priska Nugroho. Ketiganya menjadi ujung tombak Pelti untuk mengulang kejayaan era Yayuk Basuki.
“Janice berpeluang naik ke peringkat 54 dunia untuk merebut tiket tunggal putri Olimpiade. Kita berharap duet Aldila–Janice juga bisa meraih tiket ganda putri,” ujarnya. Dengan peringkat ganda Aldila di 45 dunia dan Janice di 154, peluang mereka menembus 50 besar dunia—syarat tampil di Olimpiade—semakin terbuka.
Pelti di bawah Nurdin menggulirkan program Road to Olimpiade 2028, yang menargetkan tiga hal: mempertahankan juara umum SEA Games 2025, meraih emas Asian Games 2026 di Jepang, dan lolos ke Olimpiade 2028 di AS. “Jika bisa merebut emas Asian Games, itu akan menjadi karpet merah menuju Olimpiade,” ujar Nurdin.
Nama Janice kini disebut-sebut sebagai penerus Yayuk Basuki, legenda tenis Indonesia yang empat kali tampil di Olimpiade. Dalam dua tahun terakhir, Janice mencetak 13 gelar ITF, 6 gelar ganda, dan mencatat 84 persen kemenangan di sektor tunggal.
Puncaknya, ia menjuarai WTA 125 Jinan Open yang melesatkannya ke peringkat 80 dunia. Lulusan Pepperdine University AS itu kini menjadi simbol semangat baru tenis nasional. “Kita memiliki fondasi kuat untuk bangkit. Janice, Aldila, dan Priska adalah masa depan tenis Indonesia,” tegas Nurdin Halid.

