![]()
BEKASI (Independensi.com)- Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi ditugaskan menjadi pengelola, penyedia serta penyelenggara pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Selaku operator di lapangan, tugas ini , memiliki peran strategis. Hal ini merupakan bentu pemerintah hadir melayani masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sejalan dengan hal itu, pada revisi rencana bisnis tahun 2023- 2027 sebagai pedoman strategis perusahaan, dalam menghadapi tantangan pelayanan ke depan, pada periode 2026-2027, manajemen Perusahaan Daerah ini, dalam tata kelola perusahaan, fokus utamanya pada peningkatan cakupan pelayanan.
Termasuk, fokus pada pertambahan sambungan langganan (SL), peningkatan volume air terjual, penurunan tingkat kehilangan air, serta penguatan tata kelola dan kualitas layanan. Dengan demikian, diharapkan, jumlah masyarakat yang dilayani air bersih melalui jaringan perpipaan, semakin bertambah.
Ditargetkan, selama tahun 2026, jumlah sambungan langganan (SL) sebanyak 284.000 lebih. Setidaknya ada 16.000 tambahan pelanggan baru. Di akhir tahun 2027, jumlah pelanggan mendekati 300. 000 SL
Untuk penambahan sambungan langganan baru, diutamakan pada wilayah padat penduduk tinggi, kawasan permukiman baru yang terus berkembang di wilayah Bekasi, serta wilayah yang telah memiliki jaringan distribusi eksisting.
Untuk target cakupan layanan tahun 2026, dari 3,4 juta jiwa lebih penduduk Kabupaten Bekasi, dan diprediksi bertambah menjadi 3,5 juta jiwa lebih tahun 2027, akan terlayani sekitar 1,2 juta penduduk.
Penjelasan tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi, kemarim. Pihaknya juga akan melakukan upaya semaksimalnya terkait penurunan kehilangan air.
Kebocoran
Khusus untuk menekan angka kehilangan air yang diakibatkan berbagai faktor, jajaran Direksi membentuk tim khusus bertugas melakukan penertiban terhadap sambungan pipa air yang tidak terdaftar
Tujuannya, untuk melindungi hak-hak pelanggan dan memastikan layanan distribusi air bersih berjalan dengan optimal.
Untuk tahap awal, melalui Surat Tugas Nomor 09 tertanggal 13 Januari 2026 dan ditandatangani Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, tim ditugaskan ke wilayah pelayanan Cabang Cibarusah.
Penertiban ini, akan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan untuk wilayah pelayanan di berbagai cabang lainnya. Sebab, angka kehilangan air hingga saat ini, masih tergolong tinggi, bisa akibat teknis perpipaan yang sudah lama sehingga terjadi kebocoran.
Kemudian, akurasi water meter yang harus dievaluasi, serta adanya sambungan tidak terdaftar di lapangan. (jonder sihotang)

