![]()
BEKASI (Independensi.com)- Guna mengantisipasi kekeringan persawahan saat musim kemarau, dan mengairi saah sekitar 7.000 haktare, juga untum mengantisipasi banjir, di wilayah Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWA) membangun Bendung Sungai Hulu (BSH-0).
Bendungan berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung. Bendungan ini, juga mengatur air dari beberapa sungai ke Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) untuk mengantisipasi banjir.
Pembangunannya sempat terkendala dampak musim hujan akhir-akhir ini. Namun pelaksanaannya masih sesuai target, ungkap Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, kemarin.
“Bendung BSH-0 tersebut ditargetkan dapat mensuplai air untuk 7.000 hektare lahan pertanian melalui Kali Srengseng Hilir sampai BSH-34 ke wilayah utara Kabupaten Bekasi,” katanya.
Konstruksi Bendung BSH-0 di desain dengan 8 pintu utama dan 2 pintu intake di hulu Kali Srengseng. Sedang dinding penahan bendung kedalaman 12 meter.
Henri Lincoln mengatakan, pembangunan Bendung BSH-0 memiliki peran penting bagi keberlangsungan sektor pertanian. Nantinya dua pintu air di bendung dapat diatur aliran air melalui Kali Srengseng Hilir untuk area persawahan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) pada Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Agung Mulya menyatakan, bendung BSH-0 dirancang untuk mampu menahan dan mengatur debit air dengan baik.
Diterangkan, ketika seluruh pintu bendung dan intake telah beroperasi distribusi air dapat diatur yang dialirkan ke Sungai CBL maupun ke Kali Srengseng hilir.
Bendung ini mampu menahan debit air pada saat debit tinggi beberapa waktu lalu volume air yang diterima hampir 200 kubik, limpasan air tidak terlalu besar karena delapan pintu utama dan intake belum berfungsi maksimal.
Agung juga menjelaskan bahwa pembangunan Bendung BSH-0 saat ini belum termasuk fasilitas penunjang, pihaknya sedang merencanakan pembangunan sarana dan prasarana pendukung.
Dinas SDA-BMBK telah menyiapkan sejumlah konsep, di antaranya pembangunan trash rack sebagai penahan sekaligus pengangkut sampah.
Kemudian, pemasangan pagar pengaman, penataan taman, penerangan area bendung, serta pembangunan retailing wall tambahan sebagai tembok penahan permukiman warga di sekitar bendung guna mencegah pergeseran tanah.
Untuk memantau bendungan, dilengkapi dengan elektrifikasi, berbasis teknologi digital serta pemasangan CCTV untuk memantau volume dan kondisi air secara real time. (jonder sihotang)

