Penerbit CBI umumkan buku puisi esai karya Denny JA akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa.

Buku puisi esai Denny JA akan diterjemahkan ke 35 bahasa

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Penerbit CBI mengumumkan buku puisi esai karya Denny JA akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa, menjadikannya salah satu proyek penerjemahan sastra Indonesia dengan jangkauan bahasa terluas hingga saat ini.

Direktur Utama Penerbit CBI Ari Nugroho mengatakan proyek tersebut berkembang setelah Denny JA menerima BRICS Award 2025 untuk kategori Inovasi Sastra.

“Bagi kami, penerjemahan bukan sekadar memindahkan kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Penerjemahan adalah cara memperluas empati antarmanusia,” kata Ari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/7).

Menurut penerbit, gagasan awal muncul dari panitia BRICS Award agar karya puisi esai Denny JA diterjemahkan ke bahasa negara-negara anggota BRICS. Namun, inisiatif itu kemudian diperluas menjadi proyek lintas budaya dan lintas bahasa yang mengangkat tragedi kemanusiaan dunia kepada pembaca global.

Dari delapan buku puisi esai Denny JA yang telah tersedia dalam bahasa Inggris, judul “Yang Menggigil dalam Arus Sejarah” dipilih sebagai fokus utama karena dinilai mengangkat tema paling universal.

Buku tersebut memuat 15 puisi esai yang menyinggung berbagai tragedi besar dunia, antara lain Perang Dunia I, Flu Spanyol, Revolusi Rusia, Holocaust, hingga tragedi pengungsi Vietnam atau boat people.

Penerbit menyebutkan bahwa buku itu tidak menempatkan para penguasa sebagai tokoh utama sejarah, melainkan menghadirkan kisah korban-korban yang kerap terlupakan.

“Sejarah biasanya mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang nyaris dilupakan,” demikian keterangan penerbit.

Keunikan karya tersebut, menurut penerbit, terletak pada bentuk puisi esai yang memadukan puisi naratif dengan catatan kaki faktual. Setiap puisi dibangun di atas peristiwa sejarah yang terdokumentasi, sementara bahasa puitis digunakan untuk menghadirkan pengalaman emosional para korban.

“Sejarah menjelaskan apa yang terjadi. Puisi membantu kita merasakan bagaimana rasanya berada di dalam peristiwa itu,” kata penerbit.

Proyek penerjemahan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama telah rampung dan mencakup enam bahasa utama dunia, yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Arab, Rusia, dan Mandarin.

Tahap kedua akan memperluas penerjemahan ke 29 bahasa tambahan dari berbagai negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan Oseania dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Seluruh edisi terjemahan akan dipublikasikan secara terbuka melalui Google Books agar dapat diakses pembaca dari berbagai negara tanpa hambatan geografis.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Penerbit CBI bekerja sama dengan sejumlah pihak penerjemahan serta inisiatif BRICS Literary Innovation di Indonesia yang dikoordinasikan sastrawan Sastri Bakry.

Sementara itu, Denny JA menyatakan bahwa tujuan utama proyek tersebut bukan semata memperluas jangkauan karya.

“Tiga puluh lima bahasa bukanlah tujuan akhir. Yang ingin saya sebarkan bukan sekadar puisi, melainkan kemampuan manusia untuk ikut merasakan penderitaan manusia lain,” ujar Denny JA.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *