Cristiano Ronaldo (Dokumentasi)

Otoritas Pajak Spanyol Kejar Ronaldo

JAKARTA (IndependensI.com) – Cristiano Ronaldo dipanggil menghadap pengadilan Spanyol di Pozuelo de Alarcon, pinggiran Madrid, Senin (31/7/2017). Bintang sepakbola Real Madrid itu tersandung kasus penghindaran pajak bernilai jutaan euro.

Ronaldo sudah kembali lagi ke Spanyol setelah libur musim panas bersama pacar dan kerabatnya, dan perjalanan promosi di China.

Pemain berusia 32 tahun, yang menurut majalah Forbes adalah atlet berpenghasilan terbesar di dunia, bukan satu-satunya bintang sepakbola yang dituduh menghindari pajak. Sebelumnya, bintang Barcelona asal Argentina, Lionel Messi, dinyatakan bersalah untuk kasus serupa.

Jaksa menuduh Ronaldo menyembunyikan 14,7 juta euro dari kejaran petugas pajak. Ronaldo diduga “mendapatkan keuntungan dari perusahaan yang didirikan pada 2010 untuk menyembunyikan pendapatan yang dihasilkan di Spanyol dari penjualan hak gambarnya, dari otoritas pajak”.

Pihak penuntut menuduh Ronaldo menyembunyikan sebagian hartanya di perusahaan gadungan di British Virgin Islands dan Irlandia. Wilayah itu dikenal sebagai surganya orang kaya menyimpan harta karena pajaknya yang rendah.

Di bagian lain, penuntut juga mengatakan bahwa Ronaldo hanya melaporkan pendapatan 11,5 juta euro dari pendapatan terkait Spanyol pada 2011-2014. Padahal penyerang Real Madrid itu diduga mendapatkan 43 juta euro pada periode yang sama.

Jika terbukti bersalah, Ronaldo bisa dihukum denda setidaknya 28 juta euro dan kurungan penjara tiga setengah tahun.

Usai memperpanjang kontraknya di Real Madrid hingga November 2021, Ronaldo menjadi bintang olahraga berpendapatan terbesar di dunia. Forbes memperkirakan pendapatan Ronaldo mendapatkan 79 juta euro pada 2016-2017.

 

One comment

Comments are closed.