Ilustrasi. (Dok/Ist)

“Indonesia Selection” Sulit Kembangkan Permainan

Loading

SLEMAN (IndependensI.com) – Tim Indonesia Selection dikalahkan Tim Nasional Islandia dengan skor telak 0-6 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/1). Dalam pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran hujan deras sejak menjelang berakhirnya babak pertama, Tim Indonesia Selection nampak tidak mampu mengembangkan strategi permainan.

“Dalam pertandingan selama dua kali 45 menit, Islandia menampilkan permainan kelas Piala Dunia. Dengan postur tubuh yang tinggi, strategi bola-bola panjang sangat efektif bagi Timnas Islandia,” kata Pelatih Tim Indonesia Selection Robert Rene Albert seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/1).

Sejak awal babak pertama Tim Indonesia Selection dengan kapten tim Bambang Pamungkas langsung mendapat tekanan dari Timnas Islandia. Penjaga gawang Tim Indonesia yang bermain cukup bagus Rivky Mokopodit mampu mengagalkan tendangan penalti Andre Neville Bjarnanson di menit ke-13. Keberhasilan Rivky ini mampu menumbuhkan kepercayaan sehingga berani tampil menyerang. Namun perjungan keras pemain Tim Indonesia melalui Bambang Pamungkas dan Risky Pora maupun Paulo Sitanggang belum mampu menembus pertahanan Islandia.

Justru pada menit ke-33 pemain Timnas Islandia membuka kemenangan melalui gol yang diciptakan Andre melalui tendangan salto. Hingga babak pertama berakhir Tim Indonesia Selection tertinggal 1:0.

Pada babak kedua Tim Indonesia Selection merubah strategi permainan dengan menerapkan umpan-umpan pendek yang cepat. Hanya saja kondisi lapangan yang basah karena hujan deras, permainan tim tidak maksimal. Terlebih lagi dengan kondisi stamina pemain yang menurun, strategi permainan tidak berkembang. Sehingga lima gol tercipta di babak kedua oleh Kristjan Floki Finbnbogasson pada menit 47, Ottar Magnus Karlsson menit 65, Tryggvi Hrafn Haraldsson menit 68 dan Hjortur Hermannson pada menit 79 dan 81.

“Meski kalah telak, tetapi kami bangga dengan perjuangan para pemain, karena mereka baru berlatih bersama dalam lima hari ini. Bahkan dua pemain baru saja datang dari Madura,” kata Robert Rene Albert.

Pelatih Timnas Islandia Heimer Hallgrimson memberikan apresiasi kepada pelatih Rene karena ingin melanjutkan pertandingan di tengah hujan deras. Menurut dia, ini membuktikan Rene memiliki keyakinan kepada pemain pilihannya mampu memberikan perlawanan. “Saya melihat kecepatan pemain Indonesia menjadi senjata andalan dalam pertandingan ini,” katanya. Meski menerapkan bola-bola panjang, Heirmer menyatakan strategi yang diterapkan tidak berjalan maksimal karena kondisi hujan.