Bus Transoatriot milik Pemkot Bekasi. (ist)

Pemkot Bekasi Tunjuk Perusahaan Daerah Operator Bus Transpatriot

BEKASI (IndependensI.com)-  Perusahaan Daerah (PD)  Mitra Patriot sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ditetapkan   sebagai operator Bus Transpatriot. Penetapan berdasarkan Peratuwan Wali Kota (Perwal) Rahmat Effendi.

Sebelumnya, PD Mitra Patriot sebagai perusahaan daerah yang awalnya menggarap sektor minyak dan gas. (Migas). Namun saat ini diberdayakan untuk mengelola sektor usaha transportasi Transpatriot.

Penjelasan itu disampaikan Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) Harun Al Rasyid, Rabu (17/1/2018) .  Keputusan itu  ditetapkan  Pemkot Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan DTKB dalam rapat koordinasi.

Dalam rapat koordinasi itu,  terdapat dua rekomendasi penting yang telah digagas pihaknya untuk dipenuhi oleh operator Bus Transpatriot, diantaranya berkaitan dengan prasarana fisik dan sistem manajemen.
Adapun prasarana fisik meliputi penambahan unit bus dan penyempurnaan infrastruktur.

“‎Sarana fisik secara standar sudah terpenuhi, diantaranya unsur estetika, kenyamanan dan keamanan. Penyempurnaan ini butuh dana besar terkait pembangunannya, namun pendanaan Pemkot Bekasi masih sangat
terbatas,” katanya.

0perator, juga dibebani tanggung jawab untuk penyediaan shelter yang representatif serta pengadaan fasilitas transaksi nontunai.

Pihaknya katanya membutuhkan  kontribusi pengembang perumahan dan apartemen untuk perumusan bersama program perpindahan pengendara pribadi kepadaangjkjutan umum.

Juga perlunya penyediaan koridor Bus Tranpatriot yang kini tengah diujicobakan pada trayek yang bersifat loop di sejumlah kawasan bisnis Kota Bekasi.

Namun kedepan terkait dengan sistem manajemen, kata Harun, diperlukan pembuatan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang lebih kuat melindungi operasional Transpatriot di Kota Bekasi dan tidak hanya berupa Perwal wali kota.

Seperti diketahui, Kota Bekasi saat ini telah melakukan pengadaan sembilan unit Bus Transpatriot senilai total Rp 11 miliar pada 2017. Bus tersebut saat ini tengah diujicobakan menyasar dua trayek lintasan di antaranya Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah danTerminal Induk Kota Bekasi-Pondokgede.

Tujuan pengadaan Bus Transpatriot sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, guna mengurangi kemacetan lalu lintas,  dan diharapkan masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi ke bus. (jonder sihotang)