Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat berdiri dekat mobil yang tertimpa pohon di Bielefeld, Jerman, Kamis (18/1/2018). (AFP)

Badai Terpa Eropa, Sembilan Tewas

JAKARTA (IndependensI.com) – Setidaknya sembilan orang, termasuk dua petugas pemadam kebakaran, tewas akibat badai yang menerpa kawasan utara Eropa, Kamis (18/1/2018). Cuaca buruk juga mengganggu kelancaran transportasi udara dan perjalanan kereta.

Jerman menghentikan perjalanan kereta selama satu hari, sementara sejumlah penerbangan domestik dibatalkan karena angin kencang yang melanda negeri itu.

Badai tersebut mengakibatkan enam orang tewas di Jerman, termasuk dua petugas pemadam kebakaran yang ditugaskan dalam operasi darurat, dan dua pengemudi truk yang kendaraannya terguling. Korban tewas lain adalah pengendara yang kehilangan kendali dan menabrak truk.

Seorang pecinta alam berusia 59 tahun tewas saat berkemah di negara bagian North Rhine-Westphalia. Dia tewas karena tertimpa pohon tumbang saat kawasan itu diterpa aning berkecepatan 203 kilometer per jam.

Badai, yang dinamai Friederike itu, juga merusak atap sekolah di negara bagian Thueringia saat anak-anak masih berada di sana. Pemerintah setempat mengatakan tidak ada yang terluka dalam kejadian itu.

Di Oberstdorf, angin kencang memaksa panitia kejuaraan dunia ski menghentikan babak kualifikasi.

Dinas cuaca Jerman mengatakan badai ini adalah yang terparah menghantam Jerman sejak 2007.

Penumpang yang tertahan di stasiun kereta diberikan voucher untuk menginap di hotel, kata juru bicara Deutsche Bahn, Achim Strauss.

“Kami harus melindungi penumpang dan karyawan kami,” katanya tanpa mengatakan kapan perjalanan kereta kembali normal.

Di Belanda, yang lebih dulu dilewati badai, dua orang tertimpa pohon tumbang setelah kawasan itu diterpa angin kencang dari arah Laut Utara.

Seorang laki-laki berusia 62 tahun tewas di Kota Olst setelah tertimpa pohon ketika dia turun dari truknya untuk membuka jalan yang tertutup sampah. Korban lain, juga berusia 62 tahun, tewas di Enschede setelah mobilnya tertimpa pohon.

Di Belgia, seorang perempuan tewas setelah mobilnya tertimpa pohon ketika dia tengah melintasi kawasan hutan di Grez-Doiceau, sekitar 35 kilometer arah selatan Brussel.

Bandar Udara Schiphol di Belanda, salah satu hub paling sibuk di Eropa, terpaksa membatalkan semua penerbangan setelah angin berkecepatan 140 kilometer menerpa.

Beberapa jam kemudian penerbangan kembali dipulihkan tapi semua penumpang diminta memeriksa status penerbangannya masing-masing. Dalam cuitannya di Twitter, pihak bandara mengatakan 320 penerbangan dibatalkan.

Bandara juga menutup dua dari tiga terminal keberangkatan setelah atapnya rusak karena diterpa angin kencang.

 

Kemacetan Parah

Cuaca buruk juga memicu kemacetan parah di berbagai tempat. Kantor pengawas lalu lintas Belanda melaporkan bahwa 66 truk terguling karena angin kencang, terbanyak sejak 1990. Hal itu menyebabkan arus lalu lintas terhambat.

Tagar #StormPoolen (pool mobil badai) sempat menjadi trending topic karena banyaknya orang yang mencari tumpangan. Sejumlah pengemudi bersedia memberi tumpangan untuk orang yang tujuannya searah.

“Pacar saya berusaha pergi dari Leiden ke Delft. Dia orang yang menyenangkan dan punya sebotol anggur buat siapa saja yang bisa memulangkannya tanpa terluka. #StormPoolen,” tulis salah satu pengguna Twitter bernama Molly Quell.

Puk van de Lagemaat menjanjikan “mad Dj-ing dan hiburan Karaoke untuk menemani Anda dalam kemacetan parah ini” jika ada yang bisa memberinya tumpangan dari Amsterdam ke Den Haag.

Banyak orang yang mencari tumpangan setelah operator kereta Thalys menghentikan layanannya dari Belanda ke Jerman.

Cuaca buruk diperkirakan masih berlangsung hingga akhir pekan. Perusahaan asuransi Belanda memperkirakan kerugian akibat badai kemarin bisa mencapai 10 juta euro. Kerugian bakal bertambah jika badai tidak segera reda.