CEO Oxfam, Mark Goldring, memberikan penjelasan di hadapan parlemen Inggris di London, Selasa (20/2/2018). (AFP)

Oxfam Selidiki 26 Kasus Baru Pelanggaran Seksual

JAKARTA (IndependensI.com) – Oxfam mengungkapkan bahwa organisasi penyalur bantuan itu tengah menyelidiki 26 kasus baru pelanggaran seksual yang dilakukan karyawannya. Kasus tersebut di luar pesta seks yang terjadi di Haiti pada 2011.

Eksekutif kepala Oxfam, Mark Goldring, mengatakan kepada komite di parlemen Inggris di London bahwa kasus-kasus ini bervariasi tingkat keseriusannya dan terkait dengan 16 operasi internasional di berbagai belahan dunia.

“Rentang waktu kejadiannya mulai dari kejadian belakangan ini hingga di masa lalu ketika tidak ada yang melaporkannya waktu itu,” kata Goldring seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (20/2/2018).

Goldring menambahkan bahwa dia meyakini mencuatnya kasus-kasus ini sebagai “reaksi langsung terhadap publisitas” setelah terungkapnya skandal Haiti.

“Kami sungguh ingin orang-orang mau berbicara,” ujarnya.

Buntut Skandal Prostitusi, Bos Oxfam Mundur

Oxfam dianggap belum sungguh-sungguh mengungkap berbagai skandal karena Goldring tidak bisa memberikan rincian yang diminta anggota parlemen Inggris. Komite mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar penyelidikan sendiri atas pekerjaan Oxfam yang dilakukan menggunakan uang rakyat Inggris.

Sebanyak tiga orang pemimpin Oxfam paling senior sudah berulang kali meminta maaf atas kelakuan karyawannya selama penanggulangan gempa Haiti 2010.

Sejak surat kabar The Times mengungkap skandal Haiti, sekitar 7.000 donor reguler mundur dari daftar penyumbang Oxfam. Jika organisasi itu tidak bisa mengembalikan kepercayaan publik, bukan tidak mungkin semua penyumbang mundur.

Pekan lalu, Oxfam mengungkapkan rencana aksi untuk menangani pelecehan dan pelanggaran seksual, termasuk menciptakan sistem pengawasan baru terhadap karyawannya.

Oxfam juga menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Haiti atas skandal ini dan atas kegagalannya melaporkan kasus ini secara semestinya.

“Oxfam seharusnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas Haiti. Bukan Oxfam yang yang menentukan apakah sudah terjadi kejahatan atau tidak. Itu keputusan yang keliru,” kata Goldring.

One comment

Comments are closed.