Deontay Wilder
Deontay Wilder (kiri). (foto istimewa)

Wilder Rusak Rekor “King Kong”

JAKARTA (IndependensI.com) – Deontay Wilder mempertahankan rekor tak terkalahkan sepanjang karier profesionalnya di kelas berat (40, 39 KO).

Terbaru, petinju Amerika Serikat itu merusak rekor Luis Ortiz dengan kemenangan KO di Barclays Center, Minggu (4/3/2018) siang WIB.

Pertarungan Wilder versus King Kong- julukan Ortiz- sesuai ekspektasi penggemar tinju di dunia. Pasalnya, dua petinju saling mempertontonkan kebolehannya di atas ring.

Pada ronde pertama, Wilder dan Ortiz langsung tancap gas dengan melepaskan pukulan. Namun belum ada lawan yang terjatuh. Memasuki ronde kedua, Wilder mulai tampil beringas, dan dia beberapa kali memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan poin, namun pukulan kombinasi yang dilepaskannya baru terjadi di akhir ronde kedua.

Kedua petinju tersebut sangat berhati-hati pada ronde ketiga. Ortiz berupaya untuk mencari strategi menahan pukulan Wilder yang terbiasa mengangkat kakinya saat melepaskan bogem mentah. Pada ronde keempat, King Kong mulai berani melakukan serangan.

Ortiz bahkan sempat mengambil alih kendali dengan memukul Wilder beberapa kali, namun upayanya untuk menjatuhkan lawan belum terwujud. Begitu pula yang terjadi di ronde ketujuh. Dia punya peluang untuk merebut kemenangan di ronde ketujuh.

Tapi dia gagal menjatuhkan Wilder. Padahal, pemilik sabuk juara kelas berat WBC itu sudah terpojok dan sempoyongan. Ortiz yang belum pernah bertahan hingga ronde 10 akhirnya tumbang dua kali setelah pukulan kombinasi Wilder terus menghantam kepalanya.

Kemenangan pun direbut Wilder setelah wasit memberhentikan pertarungan di ronde 10 atau tepat di menit 2:05. Wilder selanjutnya bakal mempersiapkan pertarungan hebat lainnya melawan Anthony Joshua.

Di pertarungan lain, Jose Uzcategui merebut gelar sabuk kelas menengah super interim IBF dari tangan Andre Dirrell dengan merebut kemenangan di ronde kedelapan.

“Saya sedikit terkejut mereka menghentikannya di ronde kedelapan. Saya telah mengatakan kemenangan bakal terjadi di ronde ketiga bahwa saya akan menjatuhkannya. Butuh waktu sedikit lebih lama, tapi akhirnya datang. Saya datang ke sini untuk menekannya. Itu bisa tersingkir atau menjatuhkannya. Saya menjatuhkannya.”(BM/ist)