Temu Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia 2018

Loading

JAKARTA (Independensi.com) –  Pertemuan penerima manfaat untuk melihat kemajuan dan perkembangan implementasi Pencegahan Penularan dari Ibu (HIV+) ke Anak ( PPIA ) di selenggarakan di Mercure Harvestland, Jl. By Pass Ngurah Rai ,Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. melibatkan koordinator provinsi di 25 wilayah kerja IPPI di setiap Kabupaten/Kota di Indonesia.

Data Kementerian juga menunjukan jumlah kasus AIDS tertinggi ada pada Ibu Rumah Tangga ( IRT ) yang meningkat sebanyak 10.691. Rendahnya pengetahuan dan informasi tentang penularan dari Ibu ke anak ini bisa dilihat dari hasil Riskesdas 2010 yang menunjukan bahwa persentase penduduk yang mengetahui bahwa HIV/AIDS dapat ditularkan dari Ibu ke anak selama hamil, saat persalinan, dan saat menyusui adalah masing-masing 38,1 persen, 39,0 persen dan 37,4 persen.

Selain itu secara nasional prevalensi penduduk umur 15-24 tahun yang pernah mendengar tentang HIV/AIDS adalah 75,0 persen. Pada penduduk laki-laki meningkat 11 persen , sedangkan pada perempuan meningkat sebanyak 12 persen dibandingkan Riskesdas 2007.

Latar belakang secara epidemiologi, penularan Human Immunodeficiency Virus ( HIV ) dan Acquired Immuno Deficiency Syndron ( AIDS ) di Indonesia merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS sehingga Terinfeksi HIV bisa membuat seseorang mengalami AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).

AIDS terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun, merupakan kategori yang terkonsentrasi pada kelompok beresiko tinggi atau populasi kunci yaitu pada pekerja seks, laki-laki seks dengan laki-laki, waria dan kelompok Pengguna Narkoba Suntik ( PENASUN ).

Namun beberapa tahun ini mulai bergeser ke kelompok beresiko rendah, seperti ibu rumah tanggga dan bayi. Visi Ikatan Perempuan Positif Indinesia ( IPPI ) adalah terwujudnya perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV dan AIDS yang berdaya, berkualitas hidup tinggi dan setara dalam aspek kesehatan , sosial, pendidikan dan ekonomi.

Dalam pencapaian visi organisasi IPPI memiliki strategi melalui sebuah misi yaitu dengan memperkuat kemampuan perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV dan AIDS dalam bidang kesehatan,sosial,pendidikan dan ekonomi melalui upaya-upaya advokasi, pengalaman sumber dana dan peningkatan keterampilan guna mencapai kualitas hidupnya. Peningkatan pengetahuan pada perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV akan melibatkan anggota IPPI pada setiap kegiatan yang dilakukan.

Dengan demikian perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV dapat berperan aktif , bermakna dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV , bersama-sama melakukan advokasi yang terkait isu-isu perempuan yang hidup dan terdampak HIV.
Melalui dukungan Global Fund , Ikatan Perempuan Positif Indonesia melaksanakan pertemuan nasioanal pada setiap tahunnya untuk melihat kemajuan dan perkembangan implementasi Pencegahan Penularan dari Ibu (HIV+) ke Anak
( PPIA ) di daerah.

Kegiatan ini melibatkan koordinator Provinsi di 25 wilayah kerja IPPI , guna melihat perkembangan PPIA dan implementasinya yang pasti akan berbeda di setiap Kabupaten/ Kota . Perkembangan akan terlihat dari banyaknya perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV yang mengakses layanan kesehatan dan menahami betul tahapan-tahapan PPIA, sehingga tidak akan ada lagi bayi yang terlahir dengan HIV.

Tujuan kegitan Ikatan Perempuan Positif Indonesia ( IPPI ) antara lain ; Meningkatkan pengetahuan perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV terkait PPIA, Meningkatkan pengetahuan terkait akses layanan PPIA untuk perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV terkait PPIA, Melihat kemajuan dan perkembangan implementasi PPIA sampai tingkat daerah.

Dan hasil yang diharapkan Ikatan Perempuan Positif Indonesia adalah : Meningkatnya pengetahuan perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV, Meningkatnya akses layanan kesehatan untuk perempuan yang hidup dan terdampak dengan HIV terkait Pencegahan Penularan dari Ibu (HIV+) ke Anak ( PPIA ) sampai ke tingkat distrik dan Adanya kemajuan dan perkembangan implementasi Pencegahan Penularan dari Ibu (HIV+) ke Anak ( PPIA ) sampai ke tingkat daerah provinsi kota maupun kabupaten se=Indonesia.

Pelaksanaan yang dikerjakan IPPI adalah kebutuhan banyak perempuan khususnya yang hidup dengan HIV, Dan IPPI juga berkontribusi dalam mensukseskan program pemerintah yaitu ” 3 zero ” : Upaya tidak ada infeksi baru HIV , Tidak adanya kematian akibat AIDS dan Tidak ada Stigma dan Diskriminasi untuk mencapai Eliminasi HIV pada tahun 2030.