Pemain Inggris, Dele Alli (kiri), merayakan golnya ke gawang Swedia pada perempat final Piala Dunia 2018 di Samara, Rusia, Sabtu (7/7/2018). (Foto: FIFA)

Alli Optimistis Lawan Kroasia

JAKARTA (IndependensI.com) – Keberhasilan Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2018 menuai banyak pujian. Di tengah euforia, gelandang Inggris Dele Alli percaya bahwa dia bisa tampil lebih baik lagi.

Tim asuhan Gareth Southgate akan menghadapi Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskow, Rabu (11/7/2018) dini hari WIB. Jika menang, “Three Lions” akan maju ke final untuk bertemu Prancis atau Belgia.

Alli, yang mencetak gol kedua dalam kemenangan 2-0 atas Swedia di perempat final, mengaku belum puas dengan penampilannya.

“Saya sudah berbicara kepada pelatih dan beberapa rekan satu tim. Saya merasa belum bermain seperti seharusnya,” kata Alli seperti dikutip ESPN, Selasa (10/7/2018).

“Bahkan saat berbicara dengan keluarga saya, saya mengatakan belum bermain bagus terutama di babak pertama,” ujar pemain andalan Tottenham Hotspur itu.

Alli sering ditempatkan di lini depan Spurs untuk mendukung Harry Kane, yang menjadi kapten tim nasional. Tapi di Rusia 2018, Alli lebih berperan sebagai gelandang bertahan, membantu Jordan Henderson saat Inggris kehilangan bola.

Uniknya, Alli mengaku lebih nyaman dengan peran yang tidak biasa diembannya ini. Dia jadi sering menusuk lini pertahanan lawan dan menebar ancaman di kotak penalti.

“Secara defensif, saya sudah menjalankan tugas dan melakukan apa yang perlu dilakukan. Tapi saya juga ingin selalu membuka kesempatan dan menjadi ancaman buat lawan. Saya merasa pergerakan saya bagus, hanya saja masih kurang tajam,” ujarnya.

“Saya punya banyak kesempatan untuk bikin gol. Tapi sebagai kritik untuk diri sendiri, saya yakin bahwa saya masih bisa bermain lebih bagus lagi,” kata Alli.

Alli ikut memperkuat Inggris yang tersingkir dari Euro 2016 dengan kekalahan dari Islandia. Dia mengatakan Southgate berhasil memotivasi pemain untuk menghadapi kenangan buruk itu.

“Selepas pertandingan, kami semua merasa malu. Kami ingin bersembunyi dan tidak mau keluar dari kamar. Kami ingin melupakannya dan tidak ingin bertemu siapa pun,” kata Alli mengenang.

“Begitu Gareth hadir, untuk pertama kalinya kami mengingat lagi kekalahan itu. Kami tidak mau mengingatnya tapi kami sadar bahwa hal itu harus diatasi sebelum berangkat ke Piala Dunia. Kami bisa bangkit dan menjadi lebih kuat,” ujarnya.