250 Relawan SOUL Community & YCCK Lakukan SOUL Action Bersihkan Pantai Kelan

Loading

Badung (Independensi.com) – Lebih dari 250 relawan SOUL Community wilayah Bali bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK), Desa Adat Kelan, dan Pokdarwis Kelan menggelar aksi beach clean-up di Pantai Kelan, Minggu pagi (1/3). Kegiatan ini ditegaskan bukan sekadar bersih-bersih pantai, melainkan langkah nyata restorasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Sampah Datang Setiap Hari, Perlu Penanganan Serius, Pantai Kelan dikenal sebagai memiliki karakter arus laut yang membawa kiriman sampah hampir setiap hari, khususnya plastik. Tanpa penanganan berkelanjutan, garis pantai akan terus terpapar limbah industri dan rumah tangga. Kondisi ini membutuhkan pendekatan yang tidak instan dan tidak berhenti pada kegiatan simbolis.

Pembina YCCK, Pak Agung, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran komunitas dan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan instan.

“Ini murni inisiatif komunitas. Kelan dipilih karena pantainya membutuhkan penanganan bersama yang tidak cukup kita kerjakan sekali saja. Seperti belajar spiritual, ini bukan proses instan. Yang lebih penting adalah kita bukan hanya memindahkan sampah, tetapi memutus mata rantai sampahnya,” ujarnya.

Bukan Sekadar Pindah Sampah, Tapi Restorasi Ekosistem Berbeda dari kegiatan bersih pantai pada umumnya, SOUL Community menerapkan sistem pemilahan sejak awal.

Sampah organik seperti kayu, ranting, dan serabut kelapa tidak dimasukkan ke karung, melainkan dibiarkan sebagai bagian dari siklus alami ekosistem pantai. Sementara sampah anorganik dipilah secara detail, termasuk serpihan kecil plastik.

Perwakilan SOUL Community wilayah Bali, Ibu Andri, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk “triase lingkungan”.

“Membersihkan pantai bukan hanya soal estetika. Kita memilah mana yang menjadi nutrisi bagi bumi dan mana yang merupakan intrusi industri. Ini adalah langkah restorasi ekosistem,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas pelayanan terhadap alam yang bisa dilakukan.

“Pelayanan pada alam bukan sekadar memindahkan sampah, tapi mengembalikan ekosistem agar Pantai Kelan lebih sehat lagi. Kita melakukan dengan kesadaran dari pembelajaran hidup yang kita jalani.”

Setelah Acara: Sampah Dibawa ke TP3R untuk Diproses

Komitmen keberlanjutan dibuktikan setelah kegiatan selesai. Perwakilan Soul Community Bali langsung membawa seluruh material anorganik yang telah dipilah ke TP3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Sadu Kencana untuk diproses lebih lanjut.

Berdasarkan data penerimaan di TP3R, tercatat:

● 63 kampil

● Total berat 945 kilogram

● Seluruhnya merupakan sampah anorganik murni yang telah dipilah dengan teliti, hingga serpihan kecilnya.

Langkah ini memastikan bahwa sampah tidak berhenti di pengangkutan semata, tetapi benar-benar masuk ke proses pengolahan dan daur ulang.

“Semua peserta sangat teliti memilah, tidak sekadar memindahkan sampah. Ini usaha nyata untuk melindungi ekosistem dan memastikan sampah organik bisa terurai alami,” ungkap Pak Agung.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi pembeda utama gerakan ini.

“Berkelanjutan artinya sampai ke proses pengolahan sampah. Bukan kegiatan sekali jalan.”

Apresiasi Desa Adat Kelan

PLT Ketua Pokdarwis Bapak Made Elinh Payana menyampaikan terima kasih atas inisiatif komunitas.

“Kami atas nama Desa Kelan dan Pokdarwis mengajak bapak ibu menyebarkan kebaikan ini ke masyarakat lain. Habit mencintai alam dimulai dari diri sendiri dan keluarga, mulai dari memilah sampah rumah tangga. Terima kasih sudah melakukan pelayanan di desa kami.”

Ia berharap energi positif dari kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi alam dan masyarakat.

Edukasi untuk Generasi Muda

Selain diikuti lebih dari 250 relawan, kegiatan ini juga melibatkan anak-anak. Bersih pantai diperkenalkan sebagai aktivitas rekreatif yang edukatif membentuk kebiasaan mencintai alam sejak dini.

Gerakan ini menjadi implementasi nyata prinsip spiritual yang diajarkan dalam komunitas: bahwa mencintai alam adalah bagian dari pelayanan kepada kehidupan.

Dengan 945 kilogram sampah yang berhasil dipilah dan diarahkan ke proses daur ulang, aksi di Pantai Kelan menjadi bukti bahwa perubahan dimulai dari kesadaran, kolaborasi, dan keberlanjutan. Dengan semangat melayani dan kolaborasi, gerakan ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen jangka panjang. YCCK dan SOUL Community memastikan pelayanan cinta bumi ini akan dilakukan secara rutin, sebagai bagian dari misi membangun kesadaran dan memutus mata rantai kerusakan lingkungan. Karena mencintai bumi bukan pilihan sesaat, melainkan tanggung jawab yang terus dijaga.

Tentang Yayasan Cahaya Cinta Kasih

Yayasan Cahaya Cinta Kasih adalah organisasi sosial yang didirikan pada tahun 2012 oleh Bunda Arsaningsih. Yayasan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan kemanusiaan dan membentuk karakter berdasarkan cinta kasih dengan metode SOUL yang mudah diterapkan.

Visi Yayasan Cahaya Cinta Kasih adalah melakukan kegiatan sosial secara berkala di lingkungan masyarakat dengan melibatkan berbagai komunitas, tenaga medis, serta relawan.

Selain itu, yayasan juga memberikan pembelajaran metode SOUL kepada anak-anak sekolah guna membentuk karakter positif sejak dini. Melalui visi dan misinya, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia.

Soul Action merupakan salah satu program dari Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang menjadi wadah untuk mendorong aksi sosial bagi masyarakat. Melalui program ini, setiap individu dapat terlibat dalam kegiatan sosial dengan memberikan waktu, tenaga, maupun sumber daya yangdimiliki. Program Soul Action mencakup berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, aksi lingkungan, kampanye sosial, kegiatan relawan, serta donor darah sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Soul Action percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. (hd)

About The Author