![]()
BEKASI (Independensi.com)- Upaya pengurangan angka kehilangan air atau (non-revenue water/NRW) menjadi salah satu fokus manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi.
Terkait NRW yang dapat mengurangi pendapatan perusahaan, menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Ani Gustini, dan Direktur Utama Reza Lutfi, Rabu (1/4/2026), di kantor Pusat Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Rapat evaluasi triwulan pertama 2026, dilakukan setelah awal Januari 2026, semua para kepala cabang membuat dan menandatangani pakta integritas. Apa yang telah dilaksanakan selama periode Januari-Maret 2026, dalam rakor kali ini dibahas.
“Saya ingin mendengar apa yang telah dilakukan oleh teman-teman kepala cabang selama tiga bulan,”ungkap Ketua Dewas Perumda Tirta Bhagasasi, Ani Gustini, saat itu.
Ani Gustini didampingi Sekretaris Dewas Perumda Tirta Bhagasasi, M. Ridwan. Rapat evaluasi juga dihadiri Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, dan Direktur Teknik, Rika Nursantika, bersama para kepala bagian, kepala cabang dan kepala cabang pembantu.
Pada kesempatan itu, Dirut Reza Lutfi mengatakan, rapat evaluasi bersama jajaran Dewas merupakan rutinitas yang biasa dilakukan, apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan ke depannya.
“Evaluasi triwulan dengan jajaran Dewan Pengawas ini merupakan rutinitas yang biasa kita lakukan,” ujarnya.
Terkait adanya kehilangan air yang salah satu akibat adanya pencurian air, sebagaimana diberitakan, telah dibentuk tim khusus. Tim ini sudah bekerja di wilayah Cabang Cibarusah, dan akan ditindak lanjuti untuk semua cabang dengan melakukan penambahan tim. (jonder sihotang)

