Wapres Jusuf Kalla (Dok/Ist)

Wapres Jadi Saksi Tandatangan “Sponsorship”

JAKARTA (IndependesI.com) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan perjanjian “sponsorship” antara Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) dan enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Penandatanganan perjanjian ini adalah ‘prestige sponsorship’ bagi BUMN Indonesia agar dapat memberikan ‘impact’ yang luas karena Asian Games ini akan disaksikan 4 sampai 5 miliar penonton melalui televisi, jadi paling tidak ada 1 miliar orang bisa nonton setiap harinya,” kata Wapres Jusuf Kalla seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/10).

Perjanjian bernilai Rp500 miliar tersebut ditandatangani Ketua INASGOC Erick Thohir dan enam direksi BUMN, yakni Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Alex J Sinaga, Direktur Utama Telekomunikasi seluler Indonesia Ririek Adriansyah, Direktur Utama Pertamina Persero Elia Massa Manik, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto, dan Direktur Utama BRI Sis Apik Wijayanto.

Wapres Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games juga mengingatkan kembali tiga aspek penting Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, yakni sarana, penyelenggaraan dan prestasi.

“Karena ‘event’ ini diselenggarakan di dalam negeri, jadi tiga aspek ini penting. Walaupun infrastrukturnya hebat, tapi penyelenggaraannya tidak baik akan dicela orang seperti di India beberapa waktu yang lalu, yang penyelenggaraannya harus diambil militer. Indonesia ini juga melibatkan tujuh jenderal yang sudah ‘retired’, Erick ini juga harusnya bintang empat,” ujar Jusuf Kalla.

Perjanjian sponsorship prestisius Asian Games 2018 antara INASGOC dan enam BUMN tersebut bernilai Rp500 miliar, dan sponsorship dalam bentuk lainnya masih akan terus bertambah. “Jumlah yang 500 miliar itu kan yang ‘prestige’ ya, kalau yang kecil-kecil sekitar sepuluh BUMN juga sudah masuk,” ungkap Menteri BUMN Rini Soemarno yang turut hadir dalam acara penandatangan tersebut.

Penandatanganan perjanjian sponsorship tersebut juga disaksikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.